Oleh : Jody Ananda
Sependek pemahaman saya, ulama itu, selain orang mumpuni dalam bidang keilmuan agama (‘alim), juga adalah figur yang meluruskan sesuatu. Mendamaikan. Mencari titik temu jika ada perselisihan diantara ummat atau dengan ummat lain. Tabayyun, dan lain-lain.Apa sih susahnya buat orang dengan jabatan di MUI Pusat, seperti Fikri Bareno, datang bertabayyun ke Menteri Agama soal azan dan toa?
Sehingga kegaduhan yang dihembuskan oleh media dan antek-antek Khawarij Transnasional tidak melebar kemana-mana? Masak iya Menag melarang azan? Masak iya Menag, yang seumur hidupnya ada di lingkungan pesantren, menyamakan azan dengan gonggongan anjing?
Mbok ya mikir lah. Kok malah memprovokasi ummat agar demo. Mengipas-ngipasi. Eh malah ikutan jadi Korlap, sampai tatacara shalat saja lupa. Kalau memang ingin fokus mengurus Pe A’ 212, lebih baik mundur saja dari jabatan MUI, Pak Fikri Bareno…
Mungkin antum lebih cocok jadi ulama versi Kadrun ketimbang ulama ideal yang memang sulit untuk dijalankan.Take a beer.
Sumber : Status Facebook Jody Ananda











Comment