by

Lebih TNI Daripada TNI

Kepala Staf Umum ABRI/TNI saat itu, Letjen Soeyono menulis dalam biografinya bahwa Prabowo memiliki agenda tersendiri dalam operasi itu. Diduga dia ingin mendongkrak citra ABRI/TNI khususnya Kopassus yg tercoreng di mata internasional. Setahun sebelum Operasi Mapenduma, Kopassus terlibat dalam aksi kekerasan di Timika.

Begitu juga di Timor Timur, epos Prabowo hanya untuk menutupi misi pribadinya. Seorang mantan perwira Kopassus, Kolonel (Purn) Gatot Purwanto mengatakan bahwa, peristiwa Santa Cruz tahun 1991 seharusnya tidak terjadi jika Prabowo tidak membuat keresahaan di kalangan masyarakat Timtim.

Bagi Gatot, tindakan Prabowo adalah sebuah pengkhianatan untuk menjatuhkan senior2nya. Tak lama setelah kejadian tersebut Pangdam, Pangkolapops dan Asisten sampai Dandim mendapat hukuman. Ada yg langsung diberhentikan dan ada yg tidak diberi jabatan.

Saat itu Prabowo adalah ‘Untouchable Soldier’. Dengan pangkat ‘Menantu Suharto’, semua pangkat di TNI ada dibawahnya. Dengan pangkat itu, Prabowo memiliki sebagian kekuasaan Suharto dan membuat petinggi2 di TNI membiarkan segala tingkahnya, ‘Lebih TNI daripada TNI’

Inginkah kita dipimpin oleh orang yg memanfaatkan kekuasaan demi ambisi pribadi? 
Hirarki militer yg baku saja dia langgar karena memiliki pangkat ‘Menantu Penguasa’. Apa jadinya jika pangkatnya benar2 ‘Penguasa’?

Mungkin nanti dia akan berkata, “Saya Lebih Indonesia daripada Indonesia” dan semua harus mengikuti keinginannya

– Tyva –

Sumber : Status Facebook Riza Iqbal

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed