by

Kesejahteraan Dokter

Oleh : Erta Priadi Wirawijaya

American Medical Association adalah asosiasi profesi dokter yang dijadikan sebuah perusahaan oleh para dokter di Amerika Serikat. Kalau dicari datanya tahun 2018 mereka berhasil membukukan keuntungan kotor sebesar USD 332.293.652,- jika dikerupiahkan itu nilainya sekitar Rp 4.766.752.437.940,- dalam setahunnya.

Keuntungan sebesar itu selain didapat dari anggotanya juga didapat dari berbagai badan usaha yang dimiliki AMA setelah berdiri 175 tahun. Uang sebesar itu digunakan membela kepentingan dokter di Amerika dan melakukan lobi intensif ke anggota senat. Tiap tahun banyak anggota kongres yang disponsori kampanye nya oleh AMA.Nah AMA ini tidak bisa dibandingkan dengan IDI, karena walau sebuah organisasi profesi bentuknya adalah perusahaan yang bisa mencari uang.

Dari keuntungan yang ada para pengurusnya dibayar besar, seperti layaknya CEO perusahaan. Jadi mereka bisa fokus membela kepentingan dokter 100%. Kalau disini para pengurus IDI banyak yang bekerja sukarela tanpa dibayar, diwaktu luangnya mereka masih perlu bekerja mencari nafkah untuk keluarganya. Jadi bu anggota dewan yang terhormat, jangan dipikir IDI itu organisasi kaya raya yang makmur, para pengurus saja banyak yang bekerja sukarela, pastinya tidak sanggup ikutan kontribusi biaya kampanye seperti AMA.

Karena sanggup melobi hingga senat, dokter di USA tidak terlalu pusing dengan kesejahteraan. Tiap tahun naik. Sementara di Indonesia karena tarif InaCBGs praktis tidak berubah sejak 2014 kesejahteraan para dokter relatif tidak berubah. Hanya berubah jika semakin banyak pasien yang datang berkunjung. Seharusnya sih anggota DPR yang terhormat jangan banyak protes lah, coba kalau IDI seperti AMA dan beragam asosiasi profesi dokter lainnya, bisa-bisa pusing bahas anggaran kesehatan yang terus membengkak karena dokter nuntut ini nuntut itu.

Coba bayangkan kalau IDI besok-besok menuntut para dokter residen digaji layak sesuai UMR, permintaan yang wajar karena di dunia ini cuma Indonesia yang tidak bayar dokter residen. Kebayang pusingnya atut anggaran kesehatan yang membengkak. Banyak bersyukurlah IDI dan anggotanya banyak nerimo, banyak yang ikhlas mengabdi tanpa menuntut banyak.

Sumber : Status Facebook Erta Priadi Wirawijaya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed