Oleh: Budhius Ma’ruff
Gebrakan Gusmen Yaqut di Kemenag sungguh prestasi yang melegakan banyak pihak. Hal-hal yg dibereskan adalah wilayah sensitif yg selama ini gak sanggup dibereskan oleh menteri agama sebelum-sebelumnya.
Pilihan Presiden Jokowi menunjuk Gus Yaqut menggantikan Jenderal Rozi, out of the box, namun ternyata sangat efektif dalam kinerja nya. Seorang pensiunan jenderal senior pun, yg awalnya dianggap akan mampu menertibkan kehidupan beragama yg tolerans di Indonesia, ternyata malah berbuntut kekadrun2an..
Syukur Presiden cepat bertindak, dan langkah kuda Presiden menarik Gus Yaqut menggantikan sang jenderal, sangat pas.
Meski secara usia relatif muda, bahkan jauh dibawah usia saya, namun olah kerjanya menata Kemenag sbg lembaga tinggi Negara untuk semua agama, layak diapresiasi tinggi. Gus Yaqut jebolan Departemen Sosiologi FISIP UI ini, mampu menterjemahkan perintah Presiden untuk membawa Kemenag RI sbg penyejuk semua umat beragama di tanah air
Banyak yg sdh dikerjakan Gusmen ini, meski belum lama menjabat. Beberapa Dirjen yg dicopot nya karena dinilai tidak cocok, mem PTUN kan sang menteri. Namun tidak ada sedikit pun rasa ciut yg muncul di kepalanya. Malah makin gahar.
Beberapa kebijakan yg terakhir dan menuai kontroversi dikalangan bani khilafah ora waras misalnya adalah penertiban volume Toa masjid. Lalu dilanjutkan dengan kepastian akan adanya sertifikasi penceramah agama. Yang teranyar adl mengamputasi wewenang ormas MUI, dalam penerbitan sertifikat Halal.
Kita bisa bayangkan, betapa meracau nya kaum pembegal agama yg selama ini puas menikmati “keuntungan” dari mandulnya Kemenag, akibat kebijakan2 tegas Gusmen ini.. Urusan haji yang didalamnya terkandung ratusan triliun uang calon jamaah, dibuat setransparan dan seakuntabel mungkin oleh Gusmen.
Bayangan Indonesia makin toleran dan kehidupan beragama menjadi lbh sehat di masa mendatang, kini ghiroh kembali..
Tentu kita semua umat beragama berharap, implementasi di lapangan kebijakan2 keren sang menteri ini, dapat berjalan dgn baik dan sesuai dengan yg rencana.
Dengan terpilihnya Gus Yahya, kakak kandung Gusmen sbg Ketua Umum PB NU, yang juga penuh dengan inspirasi kebangkitan Indonesia secara ukhuwah dan watoniah, tentu corak warna Indonesia yg plural dan relijius, menjadi mudah untuk diwujudkan. Setidaknya dengan kolaborasi dua kakak beradik turunan kyai besar NU ini, gelombang politik agama yg dua dekade ini melambung dalam politik nasional, dapat dieliminasi hingga ke titik terendah di masa mendatang.
Setidaknya dari kalangan NU, telah lahir dua sosok pemimpin masyarakat, yang dapat diandalkan untuk meraih Indonesia Emas 2045 mendatang.
Amiiiin Yaa Robb…
(Sumber: Facebook Budhius M)











Comment