by

Harus Tetap Dukung Densus 88

Oleh : Asrof Husin

Negara kita Indonesia ada 34 provinsi, 415 kabupaten, 1 kabupaten administrasi, 93 kota dan 5 kota administrasi. Jika seandainya, misalnya ada 1 saja anggota M*I yg berpaham radikal dan teroris ditiap provinsi dan kabupaten maka akan ada ratusan teroris ditubuh M*I, itu hanya dihitung satu orang saja dan jika lebih? Sangat mengerikan.

Mengapa demikian? Karena tidak semua anggota M*I itu ulama dan anggota M*I itu dari ormas, jika diambil dari ormas radikal maka radikalah orang tsb yg bercokol ditubuh MUI. M*I dibentuk pd 26 Juli 1975, apakah untuk kepentingan umat Islam? Teryata dibentuknya itu hanya untuk kepentingan Soeharto. M*I itu LSM tetapi sebagian masyarakat tidak tahu dan menyangka lembaga tinggi negara, lembaga yg sakral yg fatwanya wajib diikuti, merekalah penentu fatwa halal haram dan stempel halal haram.

Masalah radikalisme dan terorisme dinegara kita sudah lampu merah tetapi M*I sendiri tidak pernah serius mengurusi masalah radikalisme, intoleransi dan terorisme tetapi malah sibuk ngurus politik nyerang pemerintahan Presiden Jokowi, terus ngerecokin Presiden Jokowi. Soal teroris berkedok ustad malah dibela oleh oknum LSM ini. Harusnya sejak awal reformasi M*I sudah harus dibubarkan, tetapi entah kenapa tetap dipertahankan makhluk yg tidak jelas.

Mengapa kelompok2/orang2 radikal berteriak2 marah jika ada wacana M*I dibubarkan ? Karena LSM ini adalah salah satu wadah mereka. Kita semua yg waras harus tetap dukung Densus 88. Densus 88 harus terus kita dukung untuk tetap menangkap teroris dari berbagai kalangan, termasuk juga dari ulama dan jangan takut dgn kata ulama/ustad, jika terbukti kuat maka jangan takut, tangkap mereka dan rakyat pasti mendukung. SALAM DAMAI.

Sumber : Status Facebook Asrof Husin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed