Oleh : Efron Bayern
Beberapa penulis surat di Alkitab Perjanjian Baru berpandangan negatif terhadap perempuan dan cenderung meremehkan (kalau tak mau disebut melecehkan). Memimpin dan melayani jemaat bukan tugas perempuan. Jejak-jejak diskriminasi tampak jelas.
Contoh 1. Surat Pertama Paulus kepada Jemaat Korintus: โ๐๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ข๐ต ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ๐ฅ๐ถ๐ด, ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ข๐ฏ-๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ช๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ-๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ข๐ต. ๐๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ช๐ค๐ข๐ณ๐ข. ๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช, ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฉ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฎ ๐๐ข๐ถ๐ณ๐ข๐ต. ๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ช ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ, ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ถ๐ข๐ฎ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ. ๐๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ฐ๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐จ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ช๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ข๐ต.โ (1Kor. 14:34-35).Contoh 2. Surat Pertama Paulus Gadungan kepada Timotius 2:8-15 (1Tim. 2:8-15).
Perikop ini tentang sikap dalam bersembahyang. TB II LAI 1997 memberi judul perikop ini โMengenai sikap orang laki-laki dan perempuan dalam ibadah jemaatโ. Penulis surat menghendaki agar dalam ibadah kaum laki-laki yang berdoa mestilah memerhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) menadahkan tangan yang suci, (2) tanpa marah, dan (3) tanpa perselisihan (ay.
. Hanya ada tiga ketentuan untuk kaum laki-laki. Bagaimana dengan kaum perempuan? Penulis surat memberi kewajiban kaum perempuan lebih banyak ketimbang laki-laki.
Ada tujuh! Ketentuan itu adalah (1) berdandan dengan pantas, (2) sopan dan sederhana, (3) rambut tidak boleh dikepang-kepang, (4) tidak mengenakan pakaian dan perhiasan mahal, (5) berdandan dengan perbuatan baik, (6) berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh, dan (7) ๐ฑ๐ถ๐น๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ท๐ฎ๐ฟ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ป๐๐ฎ๐ต ๐น๐ฎ๐ธ๐ถ-๐น๐ฎ๐ธ๐ถ (ay. 9-12). Bayangkan ada empat ayat untuk kaum perempuan, sedang untuk kaum laki-laki hanya satu ayat saja! Sikap diskriminatif terhadap perempuan dalam surat-surat itu masih dipelihara sampai sekarang oleh beberapa gereja Protestan.
Mereka melarang perempuan menjadi pendeta mereka. Mereka memelihara kehormatan laki-laki terletak pada penis dan perilaku laki-laki seperti kejantanan, keberanian, berotoritas, memertahankan kehormatan keluarga, harga diri, dan keunggulan sosial. Apabila perempuan yang memimpin itu berarti penis mereka tak berkuasa lagi. Raja Daud dinyatakan tak bisa berkuasa lagi karena penisnya sudah tak berkuasa lagi (1Raj. 1:1-4). Rehabeam merasa lebih berkuasa ketimbang Salomo karena merasa penisnya lebih besar daripada kepunyaan Salomo (1Raj. 12:10).
Untuk itulah perempuan disudutkan dengan membuat kehormatan perempuan terletak pada keperawanan dan perilaku perempuan yang memiliki kepekaan terhadap ketelanjangan, bersifat pemalu, hormat pada laki-laki, dapat menahan diri, dan menjaga eksklusivitas seksual karena perempuan bukanlah entitas yang berdiri sendiri, tetapi entitasnya tertanam di dalam jatidiri dan kehormatan laki-laki seperti ayahnya atau suaminya. Perempuan yang sudah menikah harus selalu di bawah kuasa suaminya, ia dikendalikan oleh kehendak suaminya, ia harus taat pada suaminya dalam segala hal dan harus selalu melayani suaminya seperti mencuci kaki suaminya.
Publik bukan wilayah perempuan.Apa kata Injil? Minggu ini adalah Minggu V masa Pra-Paska. Bacaan secara ekumenis diambil dari Injil Yohanes 12:1-8 yang didahului dengan Yesaya 43:16-21, Mazmur 126, dan Filipi 3:4b-14.Bacaan Injil Yohanes pada Minggu ini mengisahkan Yesus datang ke Betania tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di sana Yesus dijamu. Lazarus makan bersama dengan Yesus, sedang Marta melayani. Dalam pada itu Maria mengambil minyak narwastu yang mahal harganya sebanyak ยฝ kati. Ia kemudian meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya sehingga semerbak di seluruh rumah itu.
Melihat itu Yudas Iskariot menghardik Maria. โMengapa minyak narwastu ini tidak dijual 300 dinar dan uangnya dibagikan kepada orang-orang miskin?โ kata Yudas yang sering mencuri uang di dalam kas yang dipegangnya. Namun Yesus menanggapi Yudas, โBiarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.โKati merupakan alat ukur lokal yang masih digunakan di beberapa negara. Satu kati setara 600 gram. Dengan berat ยฝ kati berarti minyak narwastu itu kira-kira 300 gram.
Kalau dikonversikan ke mililiter, maka sekitar 375 ml. Satu dinar merupakan upah sehari pekerja. Upah sehari pekerja di DKI sebesar Rp210.000. Jadi minyak narwastu yang dioleskan ke kaki Yesus seharga Rp63 juta. Butuh 300 orang bekerja sehari atau butuh setahun gaji seorang pekerja untuk membeli minyak itu. Itulah sebabnya Yudas Iskariot langsung bereaksi melihat Maria seolah-olah membuang-buang duit. โKalau minyak itu dijual โkan gue dapet komisi.โ
Barangkali itu yang ada di pikiran Yudas. Di dalam teks bacaan kita disebut bahwa Yudas sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya (ay. 6).Buang dulu prapaham kita bahwa Yudas Iskariot adalah pengkhianat karena adegan pengkhianatan belum terjadi. Yudas adalah murid langsung Yesus. Dari wibawa kerasulan jelaslah Yudas lebih berwibawa daripada Rasul Paulus. Ternyata kewibawaan atau kehormatan sangat tinggi yang disandang Yudas tidak mencerminkan integritasnya. Yudas sering melakukan penggelapan uang kas.
Apa reaksi Maria atas komentar Yudas? Maria tidak ambil pusing. Tidak ada jawaban Maria di dalam teks. Maria fokus melayani Yesus. Sudah pasti Maria melawan arus. Ia memamerkan auratnya. Dalam teks disebut Maria menyeka kaki Yesus yang diminyaki dengan rambutnya (ay. 3). Justru Yesus membela Maria. Kata Yesus kepada Yudas, “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”Beberapa hari lalu viral pendeta ๐ค๐ณ๐ข๐ป๐บ ๐ณ๐ช๐ค๐ฉ Gilbert Lumoindong mengecam Rara, si Pawang Hujan MotoGP Mandalika.
Kata Gilbert, itu hasil pekerjaan setan dan tidak ada kerja gratis dari setan. Tampaknya Gilbert yang merasa dekat dengan Kristus dan berhasil menumpuk pundi-pundi kekayaan mendadak penisnya tidak berfungsi lagi akibat sebaran berita yang mendunia atas sosok Rara. Ia tersaingi. Kekuasaannya runtuh. Untuk menegakkan penisnya lagi ia harus menyingkirkan Rara dari panggung publik.
Dalam teks bacaan Injil Yohanes dikatakan bahwa Yudas, yang mengecam Maria melayani Yesus, sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Gilbert berhasil menimbun pundi-pundi kekayaan lewat jualan Injil. Yang menjadi pertanyaan apakah kekayaannya dapat terefleksikan dari SPT Tahunan Gilbert? Memang penerimaan keuangan lembaga agama, termasuk gereja, tidak kena pajak, tetapi apa pun yang diberikan oleh gereja yang membuat orang atau pihak mendapat tambahan kemampuan ekonomi ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐ผ๐ฏ๐ท๐ฒ๐ธ ๐ฝ๐ฎ๐ท๐ฎ๐ธ.
Bahkan Yustinus Prastowo (1/4/22), staf khusus Menteri Keuangan RI, menghimbau Gilbert untuk melaporkan penghasilannya ke Direktorat Jenderal Pajak, yang menurut Prastowo nominalnya aduhai. Menjadi kaya boleh, tetapi mencuri hak negara adalah kejahatan.Apa reaksi Rara? Ia tidak peduli pada kecaman dari banyak pihak. Ia tidak ambil pusing pada cercaan mafioso agama. Ia tetap fokus melayani kliennya. Kata Yesus kepada Gilbert, โBiarkanlah Rara melakukan hal ini. Kekayaan selalu ada padamu, tetapi MotoGP tidak setiap hari.โ๐๐ถ๐ฐ๐ต๐ฆ ๐ฐ๐ง ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐บ: โ๐๐ฆ๐ฉ๐ช๐ฏ๐ฅ ๐ฆ๐ท๐ฆ๐ณ๐บ ๐ด๐ถ๐ค๐ค๐ฆ๐ด๐ด๐ง๐ถ๐ญ ๐ง๐ฐ๐ณ๐ต๐ถ๐ฏ๐ฆ ๐ต๐ฉ๐ฆ๐ณ๐ฆ ๐ช๐ด ๐ข ๐ค๐ณ๐ช๐ฎ๐ฆ.โ Mario Puzo
Sumber : Status Facebook Efron Bayern









Comment