by

Akankah Gelombang Tiga Tiba

Oleh : Atoillah Isvandiary

Ada empat skenario prediksi untuk menjawabnya, yang semuanya melibatkan kontribusi kita.Pertama, gelombang ketiga tidak pernah tiba. Itu bila mobilitas di libur Natal dan tahun baru nanti terjaga. Dan karena itu, harus dijaga. Padahal prediksinya, akan ada 20 juta lebih orang Indonesia, terutama di Jawa – Bali, yang akan lalu lalang di jalan raya selama libur panjang nanti. Jadi, kalau mau liburan, jangan nanti di hari yang sama.

Sekarang saja, … atau lebih baik rencanakan libur ke tempat yang nggak banyak dikunjungi manusia, hehehe Selain mobilitas terjaga, syarat kedua agar gelombang ketiga tak datang adalah tidak ada varian baru yang lebih ganas. Nah ini masalahnya. Sejak 24 November lalu di Afrika selatan, ditemukan varian baru B.1.1.529, yang sedang dalam pengamatan, karena telah menyebabkan peningkatan kasus yang cukup signifikan dan diduga kebal terhadap antibodi sehingga dikhawatirkan ini menjadi varian baru yang lebih merepotkan daripada varian delta yang mengamuk di bulan Juli lalu.

Di sisi lain, saat ini kita di Indonesia telah “menikmati” kelandaian kasus (tidak benar-benar hilang ya… tiap hari masih sekitar ada tambahan 300 an kasus, tetapi tidak banyak yang harus masuk Rumah sakit sehingga RS sejauh ini masih cukup rileks). Sebagian teman-teman memiliki hipotesis bahwa sudah lebih banyak masyarakat kita yang memiliki kekebalan, baik yang sudah tervaksin (60% untuk dosis pertama dan 40% untuk dosis kedua) maupun yang secara alami terinfeksi, baik diakui, tidak diakui tapi disadari, atau malah tidak disadari. Sehingga selama varian baru yang bermunculan ini masih sensitif pada antibodi, ancaman gelombang ketiga mungkin tidak terjadi. Tapi akan lain cerita bila varian baru ini kebal pada antibodi yang sudah terbentuk di sebagian besar masyarakat kita.

Sehingga, “menjaga mobilitas” di dalam negeri, tapi alpa “menjaga mobilitas dari dan ke luar negeri” justru ini jadi sumber masalah. Di dalam negeri, variannya itu-itu saja. Tapi dari Luar negeri, varian baru bisa berdatangan, dan bila dibantu dengan mobilitas dalam negeri yang meningkat, maka itulah yang memicu gelombang ketiga. Sehingga, kunci paling penting untuk menjaga agar tak terjadi gelombang ketiga dalam situasi ini, adalah : Jaga pintu masuk negara. Perketat dan konsisten kan karantina. Baru berpikir tentang menjaga mobilitas di dalam negeri. Skenario kedua, bila mobilitas dalam negeri tak terkendali, tetapi selama protokol kesehatan dipenuhi, dan di daerah tersebut cakupan vaksinasi terpenuhi, maka yang terjadi adalah riak-riak saja.

Skenario gelombang ketiga juga akan terjadi ketika mobilitas meningkat tajam, sementara sebaliknya protokol kesehatan utamanya penggunaan masker, nyungsep tajam. Gelombang lebih tinggi akan terjadi bila varian Afrika Selatan tadi ternyata sudah menyusup masuk di tengah-tengah kita. Prediksi epidemiologi tidak untuk diamini akan terjadi, tapi untuk diantisipasi dan dihindari. Ingat bulan juli.

Sumber : Status Facebook Atoillah Isvandiary

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed