by

Ada Yang Dalami Agama, Malah Tersesat

Oleh : Budi Santosa Purwokartiko

Seorang teman beberapa tahun lalu bercerita soal anaknya. Anaknya mahasiswa baru, baru saja ikut ESQ, pulang2 kok sungkem ke dia dan istri sambil nangis2 “Diajari apa sih anak2 ini di ESQ?”Setelah seminggu dua minggu ya balik lagi seperti dulu.Begitulah. Saya lalu ingat ketika kuliah, ikut studi islam intensif. Selain materi2 keagamaan, kalau malam dibangunkan lalu sholat tahajud. .lalu diajak berkontemplasi, mencoba melihat dosa-dosa apa yang kita telah perbuat. Lalu nangis2.

Beberapa saat kemudian di jurusan ada juga acara serupa. Metodanya mirip. Lalu kami malam2 bangun berkontemplasi rame2, lalu nangis2.. Saya jadi hafal. Setelah itu beberapa hari ya kembali lagi… Metoda2 ini mungkin bagus jika ada tindaklanjut dalam keseharian. Kemarin dapat kabar dari saudara bahwa dia akan ikut pesantren lansia di Cisarua.

Saya membayangkan jangan2 nanti di sana diajari persiapan menjelang ajal, diungkap dosa2 kita, lalu ditakuti siksa kubur dan siksa neraka. Mudah2an tidak.Saya membayangkan alangkah bagusnya kalau para lansia itu diajak jalan2 melihat pemandangan indah, menyanyi bersama, olahraga ringan, bercerita yang lucu2.. dan sejenisnya. Jangan malah diingatkan kematian yang berlebihan. Kita semua akan mati tapi dunia ini harus dinikmati.

Namun saya salut yang punya ide bisnis membuka pesantren lansia selama seminggu itu. Pasarnya ada.. dan mungkin akan makin besar. Hanya saya takut efeknya. Para lansia makin murung dan makin takut menghadapi kematian, tidak menikmati keindahan hidup ini..

Sumber : Status Facebook Budi Santosa Purwokartiko

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed