Terbunuhnya Kebenaran
Ketika seluruh tentara sudah pergi meninggalkan desa itu, para wanita malang semuanya keluar dengan busana compang-camping, meraung, menangis dan meratap, kecuali satu orang wanita tadi. Ia keluar dari rumahnya dengan busana rapat dan bersimbah darah sambil menenteng kepala tentara itu dengan tangan kirinya. Para wanita bertanya: "Bagaimana engkau bisa melakukan hal itu dan selamat dari bencana ini?"




