sumanto al qurtuby
Jaman Now Kok Rasis
Mereka tidak akan mendapatkan apa-apa di kemudian hari, paling-paling cuma dapat pegel-pegel karena disuruh demo terus sama nasbung dan uang recehan doang he he. Di mana-mana, rakyat kecil memang hanya dijadikan sebagai "tumbal" oleh sejumlah "kelompok menengah-elit tengil" yang rakus bin serakah dengan kekuasaan dan keduniaan.
Islamnya Jokowi vs Islamnya Prabowo
Tradisi Poligini Merosot Tajam di Timur Tengah
Apa Bedanya Arab Ori dan Arab KW?
Arab Semakin Moderat, Indonesia Semakin Konservatif
Sekali Lagi, Kekerasan Israel-Palestina Bukan Soal Agama
Kenapa Perempuan yang Selalu Disalahkan?
Lalu, soal lokalisasi prostitusi juga perempuan yang disalahkan. Kaum "begenggek" yang dihina dan dinistakan. "Begenggek" adalah sebutan untuk PSK (ingat PSK bukan PKS he he) dalam Bahasa Jawa Pantura. Tudingan tidak pernah ditujukan untuk para lelaki yang punya burung yang suka jajan sembarangan?
Sejumlah penceramah dan ustad unyu-unyu juga sering kali (jika bukan selalu) menjadikan perempuan sebagai "obyek" yang tertindas bukan "subyek" yang berperan penting dalam masyarakat.
Abdul Sattar Edhi, Bunda Teresa-nya Islam
Agama Manakah yang Paling Benar?
Hal yang sama juga berlaku buat teman-teman non-Muslim yang tumbuh dalam lingkungan non-Islam. Seseorang memutuskan untuk menjadi "Kristen" misalnya bukan semata-mata karena "faktor teologi" (Roh Kudus telah bekerja misalnya) tetapi juga "faktor budaya" yang sangat kompleks. Banyak sekali kajian-kajian akademik mengenai "antropologi konversi" (menjadi Muslim, menjadi Kristen, dlsb) yang sangat rumit dan karenanya perlu dilihat dari berbagai sudut pandang.










