by

Zionis Nusantara

Oleh : Karto Bugel

Pada konflik Palestina Israel, kita sering melihat banyak politisi sengaja mengambil manfaat. Membuat narasi demi menjaring pendukung sekaligus mencari cara demi menginjak lawan politiknya.Kita terhenyak dalam kaget ketika seorang Hidayat Nur Waahid yang nota bene adalah wakil ketua MPR dan bahkan pernah menjadi ketua MPR RI berujar “zionis Nusantara”.Zionis Nusantara sengaja dia lekatkan sebagai predikat bagi sebagian atau sekelompok masyarakat kita yang dalam konflik Hamas dan Israel baru-baru ini dia anggap berpihak pada Israel. Padahal, sebagai wakil ketua MPR RI, seharusnya dia tak perlu larut dalam saling menyudutkan salah satu pihak apalagi menggeneralisir sebuah predikat.

Mencoba menalar apa yang ada di kepala seorang Hidayat atas frase yang dia pakai, ada beberapa hal yang perlu kita cermati.Apakah zionis?Zionis adalah gerakan nasionalis Yahudi internasional yang menghasilkan negara Israel di wilayah bernama Palestina.Sementara secara etimologi atau dari mana kata zionis itu muncul dapat dirunut dari kata zion yang merujuk pada gunung Sion. Pada nama gunung itu terkait seorang raja bernama Daud. Pada raja Daud, kebesaran bangsa itu adalah puncak mimpi yang ingin kembali diraih.Bagaimana dengan Nusantara?

Nusantara menunjuk pada wilayah bernama Indonesia. Kata ini tercatat pertama kali dalam literatur berbahasa Jawa Pertengahan abad ke-12 hingga ke-16 untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dianut Majapahit.Namun ketika Nusantara dilekatkan pada kata zionis, Nusantara jelas bermakna orang atau orang-orang dari Nusantara.

Di sisi lain, Nusantara sering bermakna dan merujuk pada jaman keemasannya, tentu ini terkait dengan kita yang punya mimpi bahwa Indonesia kelak harus memiliki pengaruh seperti Majapahit dulu pernah.”Loh koq sama? Yahudi bermimpi pada pencapaian Daud dan banyak dari kita bangga pada pencapaian Nusantara di masa lalu kan?”Adakah Hidayat tak memahami semua cerita itu?

Menggeneralisir Nusantara dengan zionis jelas ngawur. Kebenciannya pada Yahudi tampak tersanding dalam sejajar dengan para pecinta NUSANTARA telah membawanya pada paradoks. Bodohkah atau kurang banyak literasikah, jelas bukan. Dia lahir di Prambanan Klaten di mana tradisi apalagi cerita tentang Majapahit pasti menjadi kesehariannya. Dia juga mendapat gelar doktor pada bidang dakwah di Madinah. Dia pasti belajar banyak tentang Israel dengan segala perniknya.Tendensius? Mmm… provokasi..!!

Frase zionis Nusantara yang dia gaungkan itu jelas bukan proses asal “njeppak” demi keren sebuah narasi, tapi pasti dilakukan dengan perhitungan matang. Dilakukan dengan maksud.Ketika kita tahu dia berdiri sebagai kader PKS, di sana kita menjadi mahfum. Siapa pun yang tahu kemana PKS berlabuh, tahu untuk apa narasi itu dibuat. Tujuan partai itu berdiri jelas sangat berbeda dengan banyak partai nasionalis yang ada di negeri ini. Nusantara, ga ada dalam kamus mereka. Utopia mereka tentang kemana arah Indonesia sepertinya adalah khilafah.

Nusantara dengan segala kebesarannya jelas bukan arah ingin mereka tuju.Menyandingkan zionis dengan Nusantara bukan hal mustahil adalah sebagai salah satu cara agar penolakan terhadap Nusantara terpatri erat pada para pendukung dan kader-kadernya.Itulah realitas politik. Mereka senang memanfaatkan duka orang lain dengan membuat narasi untuk menjaring pendukung, sekaligus mencari cara demi menginjak lawan politiknya…

RAHAYU.

Sumber : Status Facebook Karto Bugel

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed