Yusanto, Suteki dan Ramalan NIC

Satu-satunya hadits tentang khalifah-khalifah sebelum Imam Mahdi berdasarkan hadits dari Tsauban r.a diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

يَقْتَتِلُ عِنْدَ كَنْزِكُمْ ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ ابْنُ خَلِيفَةٍ ثُمَّ لَا يَصِيرُ إِلَى وَاحِدٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَطْلُعُ الرَّايَاتُ السُّودُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ فَيَقْتُلُونَكُمْ قَتْلًا لَمْ يُقْتَلْهُ قَوْمٌ ثُمَّ ذَكَرَ شَيْئًا لَا أَحْفَظُهُ فَقَالَ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ

…”Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka memerangi kamu dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu. ” Kemudian beliau saw menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal , lalu beliau saw bersabda: “Maka jika kamu melihatnya, berbai’atlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi” [HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim, Al Hakim berkata, “Ini adalah hadits shahih menurut syarat Syaikhain.” Perkataan al Hakim ini juga disetujui oleh adz-Dzahabi].

Hadits ini yang sering kali digunakan oleh para pejuang sebagai dalil pembenaran atas perjuangan mereka. Hanya berdasarkan adanya kata “khalifah”, tanpa melihat keseluruhan isi hadits dan konteksnya. Adanya kata “khalifah” saja tidak serta merta menunjukkan makna “sistem khilafah”, buktinya di al-Qur’an Nabi Adam as dan Nabi Daud disebut “khalifah”. Pada masa Nabi Adam as belum ada sistem pemerintahan seperti zaman sekarang dan pada masa Nabi Daud as sistemnya kerajaaan, bukan khilafah.

Jika dilihat keseluruhan hadits, Imam Ibnu Katsir menjelaskan: Yang dimaksud ‘harta simpanan’ pada teks hadis adalah simpanan Ka’bah. Tiga orang dari putra khalifah akan saling membunuh, untuk memperebutkannya, hingga tiba akhir zaman. Kemudian keluarlah al-Mahdi dan beliau datang dari arah timur, bukan dari Sardab Samira sebagaimana dikatakan orang bodoh dari kalangan Rafidhah bahwa al-Mahdi saat ini ada di tengah mereka. (an-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim, 1/54 – 5-6).

Justru hadits di atas dan hadits-hadits lainnya tentang akhir zaman, membantah propaganda-propaganda Yusanto, Suteki dan para pejuang khilafah lainnya bahwa dengan tegaknya khilafah semua masalah umat beres. Umat Islam akan hidup tanpa masalah. Semua orang akan sejahtera, bahagia, aman, tentram, adil dan makmur. Bukankah menurut hadits Nabi saw, pada masa khilafah sebelum Imam Mahdi, terjadi krisis politik sampai anak-anak khalifah saling bunuh di mana umat manusia mengalami berbagai macam bencana, fitnah, huru hara, krisis dan konflik?!

Sumber : Status facebook Ayik Heriansyah

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *