by

Urgensi Kitab Kuning Bagi Polisi

Akan tetapi di ruang pemeriksaan, para Kanit juga tak ragu memberi “kode keras” .
“Tolong petugas saya dibantu, dia sudah bekerja! ” pintanya.
Tak peduli posisi anda ‘pelapor’ atau ‘terlapor’ jika sudah dieriksa petugas diharap yang diperiksa “ada pengertian”
Dulu saya ingat petugas polisi yang dilapori masyarakat (termasuk saya sendiri) mengeluh, “anggaran operasional kami minim”.
Sekarang alasannya lain lagi. “Kita nggak bisa jalan – kalau nggak ada dana operasional. Perlu partisipasi masyarakat. “
Istilah yang dipakai saat ini lebih keren.
Bahkan mencabut laporan ada dananya. “Teman teman sudah terlanjur turun ke lapangan. Bagaimana ini? ” kata pak komandan.
Semuanya dari kisah nyata yang saya tahu dan saya alami.
PAK KAPOLRI Jendral Listyo Sigit Prabowo yth. Pameo lama, berurusan dengan polisi, “lapor hilang kambing – malah hilang kerbau, ” masih terjadi di lapangan.
Itulah yang saat ini mendesak urgent ditangani dan jadi agenda Kapolri. Sebab korban oknum polisi nakal adalah rakyat jelata dan kaum awam. Orang susah seperti kenalan saya. Dan biaya nyogok oknum polisi mahal. Sangat mahal.
Teringat ucapan teman saya yang pengusaha Tionghoa. “Polisi itu bukan teman dan bukan sahabat. Meskipun bukan musuh juga, ” katanya.
“Kenal boleh, kelewat dekat jangan. Jadi sahabat maupun jadi target polisi – sama sama merepotkannya, ” katanya.
Baik saat jadi target – sedang diperiksa dan ada kasus – maupun jadi sahabat, oknum oknum polisi akan membebankan sebagian kebutuhan keluarganya kepada kita.
Anak sakit, isteri minta liburan, boss ulang tahun, terdesak biaya sekolah / kuliah semua minta dibantu. Dan sulit ditolak.
KORUPSI di Indonesia selama ini tidak ada kaitannya dengan pengetahuan agama.
Dua Ketua Umum partai berlambang Kabah masuk bui dan diurus KPK. Padahal “nglotok” hukum agama. Paham hukum positif juga.
Presiden Partai Keadilan Sosial (PKS) yang hapal Al Quran dan lulusan Universitas di Arab Saudi, dipanggil ustadz – kena kasus konsesi impor sapi dan dibui bertahun tahun juga.
Bahkan ada kader PKS korupsi pakai nama Al Quran. “Berapa juzz ?” sebagai kata ganti “berapa miliar”?
Mari kita ikuti ajaran almarhum Gus Dur. “Berbuat baik saja kepada sesama, maka orang tidak akan menanyakan apa agamamu”.
Pastikan polisi tidak salah tangkap, tidak menganiaya tahanan, tidak memeras terperiksa dan terdakwa. Tidak membolak balikkan pasal KUHP agar bisa jadi duit.
Asal polisi bersih dan profesional masyarakat tak peduli mereka beragama atau tidak. Ibadah atau tidak. Paham kitab kuning atau tidak.
Hal yang diperlukan, dan sangat mendesak saat ini adalah aparat kepolisian yang paham KUHP dan mempraktikannya dengan benar dan bijak.
Tak ada hubungannya dengan pemahaman kitab kuning.
Dalam daftar 10 Polisi Terbaik Dunia tercatat, Polisi Federal Australia (AFP) , LAPD (AS), Polisi Federal Belgia, Polisi Metropolitan Inggris, Badan Kepolisian Nasional Jepang (NPA), NYPD (AS), Polisi Nasional Prancis, Polisi Kanada dan Jerman serta Kepolisian Bersenjata Rakyat China. Dan mereka semua tak ada yang paham kitab kuning.
Urusan kita kuning serahkan saja kepada nahdliyin dan Banser.
Sumber : Status Facebook Supriyanto Martosuwito

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed