Tuhan, Islamkah Aku?

 

Gara-gara tulisan itu, Alhamdulillah saya mendapat bonus dari sebagian orang yang kebetulan seiman dengan saya dengan cap yang menarik : 
– Saya dianggap terlalu berpihak ke minoritas
– Mereka meragukan keislaman saya
– Saya dikira berpura-pura jadi Muslim
Bahkan ada yang menyebut saya komunis dan nama hewan yang super lucu.

Aku ora opo-opo !!!

Saya tidak berkehendak untuk memberikan klarifikasi atau membela diri, karena saya bukan orang penting yang harus melakukan hal itu. Namun satu hal yang saya yakini bahwa apa yang saya lakukan sudah benar sesuai dengan ajaran agama yang saya anut : Islam.

Islam yang saya kenal adalah agama yang santun, penuh etika dan penuh toleransi. Saya tidak bisa membayangkan andai saja Nabi Muhammad SAW dahulu pada saat melakukan syiar Islam kepada kaum jahiliah beliau berperilaku dengan tidak santun dan tidak beretika, saya sangat yakin tidak ada orang yang mau menjadi pengikutnya dan menjadi Islam. Justru karena kesantunan, kerendahan hati dan penuh toleransi yang beliau tunjukkan, akhirnya banyak yang terpikat dan akhirnya mengikuti ajaran beliau. Termasuk saya.

Saya tidak tahu, mengapa orang yang beringas, ganas, berwajah garang dan penuh amarah tidak malu menyebut dirinya umat Nabi Muhammad SAW. Karena perilaku beliau jauh seperti itu. Wajah merah penuh amarah itu semestinya pengikut Abu Jahal atau Abu Lahab. Kalaupun mereka mengatasnamakan Islam, justru mereka telah memperburuk citra Islam. Saya haqul yaqin mereka belajar dari kitab yang salah, belajar dari guru yang salah atau bergaul dengan teman yang salah.

Islam adalah agama yang penuh kedamaian dan kesejukan. Bukan ajaran yang penuh kekerasan dan pemaksaan. Cara saya membela Islam adalah dengan jalan mewartakan kesantunan dan kesejukan kepada semua orang BUKAN dengan cara kekerasan dan kebrutalan.

Apakah dengan itu saya serta merta lalu menjadi Islam yang benar ? Saya tidak tahu. Saya hanya manusia biasa yang percaya akan keesaan Allah SWT dan mengimaniNYA dengan cara seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Rasullullah tidak pernah mengkafir-kafirkan umat agama lain. Saya mengikuti. Rasullullah penuh empati dan toleransi kepada tetangga dan kepada umat beragama lain. Saya mengikuti. Rasullullah membela orang yang terdzolimi. Saya mengikuti. Rasullullah tidak mudah marah karena dihinakan. Saya mencoba mengikuti.

Sangat sederhana cara saya beragama. Tidak terlalu banyak dalil atau argumen dakik-dakik.

Ada yang mengirim pesan ke saya, mengapa saya terkesan membela umat beragama lain ? Hmmm…orang ini telah salah menilai saya. Yang saya lakukan adalah membela keadilan dan kemanusiaan. Bukan membela agama. Karena saya meyakini semua umat manusia adalah ciptaan Allah SWT. Memusuhi mereka sama saja saya memusuhi penciptanya. Menyakiti mereka sama saja dengan kita menyakiti hati penciptanya. Dan saya berusaha keras tidak melakukan itu.

Apakah dengan sikap saya itu, saya menjadi Islam yang baik ? Belum tentu !!!
Hanya Tuhan yang berhak menilai keimanan dan keislaman seseorang bukan anda atau siapapun termasuk ustadz A atau ustadz B.

Saya hanya sedang belajar dan berjuang keras menjadi manusia yang benar. Dan maaf saya tidak peduli orang lain menyebut saya apa.

Saya hanya manusia biasa……
Manusia Indonesia 100% yang mengimani Allah SWT dengan cara yang diajarkan Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

Saya manusia biasa yang tidak menuhankan agama, tapi saya menuhankan Allah SWT.

Saya juga hanya manusia Indonesia biasa yang mencintai budaya Indonesia, bukan budaya Arab atau budaya lain.

Saya bangga menjadi manusia Indonesia

Salam Satu Indonesia,
(Sumber: Facebook Rudi S Kamri)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *