Tuhan Dalam Spiritualitas Agama

Spiritualitas Jawa tidak pernah mengenal misionari, upaya ekspansi ataupun perekrutan massa. Spiritualitas Jawa juga tidak pernah bicara tentang dominasi untuk menguasai dan mengatur seluruh dunia ke dalam satu sistem dan seragam yang sama. Spiritualitas Jawa menghargai keragaman dan perbedaan secara sebenarnya bukan sekedar basa-basi di mulut saja.
Dan karena sifatnya yang demikian maka spiritualitas Jawa juga tidak sibuk mengatur tentang perilaku manusia melainkan sekedar berusaha membangkitkan kesadaran manusia karena dengan kesadaran itu manusia akan bisa mengatur dirinya sendiri dengan lebih baik.
Spiritualitas Jawa juga tidak menciptakan doktrin yang kaku dan tidak boleh dirubah karena menyadari bahwa pengertian manusia akan terus berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan tingkat kesadarannya seiring dengan waktu.
Spiritualitas Jawa juga tidak menciptakan sistem dan lembaga yang cenderung akan menciptakan penjara baru bagi umat manusia. Spiritualitas Jawa juga tidak menciptakan dokumentasi yang mati dan kaku karena menyadari bahwa kitab yang sejati letaknya ada di hati nurani dan sanubari manusia yang terdalam karena disitulah manusia akan bisa memahami “Tuhan” yang sejati dan bukan Tuhan yang sekedar sebagai “berhala mental” saja.
Spiritualitas Jawa juga tidak menciptakan teror, ketakutan dan ancaman serta tidak ingin menciptakan perbudakan terhadap manusia berdasar ancaman dan rasa takut. Hanya ada welas asih karena welas asih itulah sifat dan hakikat dari Tuhan yang sejati.
Memayu Hayuning Bhawana Jaya Jaya Wijayanti
Sura sudhira jayanikang rat swuh brasta tekaping ulah dharmastuti
Rahayuing jagad Jawa Dwipa
Rahayuing Bumi Nuswantara
Rahayu Sagung Dumadi
 
Sumber : Sutrimo Rekso Budoyo

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *