TGB Calon Wapres Jokowi

Hanya Anies dan Gatot yang bisa mengobati sakitnya tendangan telak pemilih rasional di batok kepala PKS. Saat ini PKS mendapat tekanan keras baik dikubu internal mereka yang mulai menyalahkan Mardani sebagai terlalu kegenitan mengkampanyekan 2019 ganti presiden tanpa platform yang jelas. Anies dan Gatot bisa menjadi viagra bagi PKS untuk menegakkan kembali syahwat politiknya yang nyaris impoten dengan mengusung isu agama.

Dalam konteks ini,Gerinda terpaksa harus ikut arus. Pak Prabowo lagi-lagi harus dihadapi pada kenyataan bahwa perannya hanya sampai pada juru bayar tagihan orang lain yang nyalon dan ini menguras koceknya. 
Wajahnya muram miris karena capres abadi mungkin akan melekat pada dirinya selamanya karena elekrabilitasnya yang terus tergerus.

Bagi yang suka dengan kisah konspirasi, tak pelak lagi percaya bahwa isu Islam adalah proxy kekuatan asing menyingkirkan Jokowi. Mereka mengkaitkan manuver terakhir Jokowi atas Freeport, ancaman Trump soal neraca perdagangan RI-USA yang jomplang serta isu seputar Anies, Sandi dan Gatot melawat ke Amerika.

Namun isu proxy itu dipandang sangat sumir meskipun pihak-pihak asing yang terganggu kepentingannya atas sepak terjang Jokowi selama ini tentu sangat senang jika dia kalah.

Ada kesepakatan pandangan, isu politisasi Islam adalah masalah internal Indonesia yang harus diselesaikan. Jokowi kini punya sekondan kuat yakni Sang Guru Bajang. Ulama yang juga berpolitik praktis yang segera menjadi lawan Somad dan kawan-kawan yang juga berpolitik praktis. Bedanya TGB didukung penuh NU dan mayoritas Muhammadiyah. Bandingkan dengan Somad cs. Masyarakat sudah paham siapa dibelakang mereka.

Jadi dalam konteks ini, posisi TGB sangat strategis bagi Jokowi. Tidak hanya mengkonter gerakan jualan ayat, namun juga memajukan kawasan Timur Indonesia. TGB diharapkan bisa tandem dengan Prof Nurdin Abdullah. “Sang Ayam Jantan Dari Timur, ” yang melibas habis dinasti Limpo dan dominasi klan JK-Golkar akan membangun Sulawesi Selatan sebagai pintu gerbang kemajuan pembangunan kawasan Timur Indonesia, mengulang sukses dia menjadikan Bantaeng laksana permata dari Timur yang mengucurkan kemakmuran disana.

Nurdin dan TGB dipandang sebagai generasi muda pemimpin Indonesia setara Jokowi, bersama Ridwan Kamil, Kofifah, Ganjar, Risma dan puluhan bupati dan walikota yang visioner, cinta NKRI dan kebal menghadapi isu agama. Yang membawa Indonesia selamat, makmur dan sentosa selepas era Jokowi.

Moncernya TGB di kubu Jokowi akan menjadi pembanding langsung peforma Anies dan Gatot. Sudah jadi rahasia umum, Anies lebih kondang dengan sebutan”gabener” karena prestasi bobrok dia di Jakarta. Sementara Gatot bakal didera oleh gorengan isu ” Sang Jenderal Beristri Tiga.”

Demikian rangkuman hasil perjalanan saya bertemu dengan para mereka yang punya kabar burung.

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *