by

Teroris Tak Bisa Dikasih Hati, Saatnya Negara Tegas

Ingin menunjukkan niat baik dan melakukan pendekatan lunak (soft approach), sang jenderal polisi membiarkan si terduga teroris dalam keadaan bebas dengan tangan tanpa borgol. Di ruangan itu pun hanya ada mereka berdua. Polisi berharap dengan perlakuan yang manusiawi, orang itu tak merasa diinterogasi. Mungkin bisa diajak berbicara dari hati ke hati.

Tak disangka-sangka, di tengah proses interogasi, si terduga teroris tiba-tiba bertingkah: ia berusaha merebut senjata api sang jenderal. Mereka sampai bergumul rebutan senjata.

Untunglah, keributan itu terdengar polisi lain yang berjaga di luar ruangan. Insiden itu teredam dan tak diketahui khalayak.

Hari ini, cerita itu diungkap Harian KOMPAS di halaman muka. Surat kabar ini terbit dengan sampul berwarna hitam sebagai ungkapan duka cita atas peristiwa kemarin di ruang tahanan Mako Brimob Polri di Depok.

Sumber : facebook Tomi Lebang

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed