Teror Tak Akan Menakutkan Rakyat Indonesia

 

Tak ada terpikir bahwa itu berbahaya. Bagi kita, Itu lebih seperti sebuah pertunjukan langka dan terlalu sayang bila diabaikan. Tak ada sedikit pun rasa takut pantas kita jadikan rujukan. Kita tak yakin bahwa pelaku teror akan menyerang kita. 

Dan bila benar ada peluru nyasar, “sudah nasib” adalah jawaban sederhana kita. Itulah makna benderang selalu menjadi rujukan. 

Orang lain tak akan menyentuh sesuatu barang di mana ada peringatan “awas panas..!!” Kita justru penasaran. Kita masih harus butuh bukti bahwa itu benar panas adanya, dan maka kita pegang meski dengan hati-hati. 

Maka, kalimat yang sama kita dengar dari para koruptor kita yakni, “lagi sial” demikian sering kita dengar ketika seseorang terkena OTT KPK padahal sudah berkali- kali diberi peringatan dia sedang menjadi target.

Berkali-kali sudah BNPT atau BIN atau lembaga asing memperingatkan Indonesia tentang bahaya radikalisme. Peringatan seperti itu sudah terlalu sering mereka sampaikan sejak kita toleran pada kelompok radikal terkait I*IS, Wah*bi, hingga hetei dan kita aelalu abai. Kita tak yakin itu akan terjadi pada kita.

Bahkan hingga hari ini, saat ini pun kita masih tidak yakin bahwa generasi muda kita sudah banyak yang terpapar paham radikal itu. Meski bukti teror Makasar dan Mabes Polri menjadi rujukan sekali pun.

“Kenapa?”
Mmm…
.
RAHAYU

Sumber : Status Facebook Karto Bugel

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *