Teror Jogja dan Entahlah

Oleh: Iqbal Aji Daryono

 

“Mas, apa teror penyiletan di Jogja terkait dengan PKI?”

Kemarin saya dapat pesan masuk seperti itu. Badalah. Saya kaget. Lalu saya search di Fesbuk. Ternyata memang banyak akun mengaitkan teror penyayatan lengan dengan cutter di Jogja (korbannya bahkan ada anak umur 12 tahun) dengan kebangkitan kembali kominis di negeri ini.

Ini menarik. Cutter, silet, penyayatan, serta-merta diidentikkan dengan PKI. Dulu waktu SD, saya pakai kalung dengan bandul bentuk celurit juga dimarahi almarhum Bapak. “Ndhak koyo PKI,” kata beliau.

Nggak cuma itu. Tahun ’90-an awal, di Jogja pernah beredar alat self-pijat-punggung yang dianggap berbentuk mirip celurit. Tak berapa lama, oleh Koramil dan Kodim alat pijat itu dilarang. Pedagangnya pada kukut.

***
Saya rasa, pengidentikan cutter dan bentuk celurit (tanpa palu lho) dengan PKI begitu semata-mata efek film Arifin C Noor yang jadi acuan babon pengetahuan sejarah publik tentang peristiwa 1965. Di film itu ditampilkan silet sebagai alat siksa di tangan para aktivis Gerwani, juga bentuk celurit di tangan aktivis Pemuda Rakjat.

Sejarah membuktikan (cek yang paling sahih ya laporan tim dokter forensik atas jenazah korban Gestapu), nggak ada silet dimainkan di sana. Mata Jendral Yani yang konon dicungkil pakai arit juga nyata bohong belaka.

Lalu kenapa silet (juga cutter) dan celurit (juga arit) jadi begitu membangkitkan trauma? Adakah alasan lain selain film Pengkhianatan G30SPKI-nya Arifin, yang masuk merasuk ke bawah sadar segenap rakyat Indonesia yang cinta mati kepada Pancasila?

***
Kemarin, tersangka aksi penyayatan para pengendara motor di Jogja berhasil ditangkap. Nangkapnya di rumah kakak si tersangka, satu kecamatan dengan saya (hih). Disinyalir orang itu agak sinting, dan menyayat korbannya tiap kali si korban dianggap menghalangi jalur ngebutnya. Sarap.

Entahlah, mungkin dia juga berkhayal sedang main pekai-pekai-an. Tapi itu kelakuannya orang sarap.

Saran saya, boleh saja kita benci sama PKI. Sah-sah saja. Toh ada banyak skema logis untuk mengkritik PKI. Tapi ya nggak usah ikut-ikutan sarap dong. Malu-maluin ajah.

 

(Sumber: Facebook Iqbal Aji)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *