Terminal Suci

Oleh : Denny Siregar

” Bayangkan begini…

Ketika lahir, semua manusia itu sejatinya jiwa-nya dalam keadaan suci. Perjalanan panjang manusia di dunia-lah yang membuat jiwanya akhirnya kotor. Hawa nafsu kita yang membangun sifat2 hewan dalam diri kita, sehingga kita akhirnya terbentuk menjadi seekor serigala, hyena, kerbau, babi dan lain2.

Tetapi Tuhan itu Maha Penyayang..

Dalam perjalanan panjang hidup kita, Tuhan menyediakan banyak fasilitas untuk mencuci dosa2. Selain dalam bentuk kesulitan, sakit, kesedihan dan segala penderitaan lainnya, Tuhan menyediakan “tempat pemberhentian” untuk kita mandi, menyucikan diri dari kotoran2 hati yang selama ini kita kumpulkan.

Disanalah kita membersihkan diri, menggosok keras2 semua karat yang melekat.
Salah satu fasilitas yang disediakan Tuhan itu adalah bulan Ramadhan ini. Ini tempat pemberhentian panjang yang disediakan untuk kita beristirahat sejenak dan melepaskan semua lumpur yg mengikat.

Tetapi, seberapa bersih kita tentu berbanding lurus dengan seberapa keras kita berusaha menggosok jiwa kita sendiri. Seberapa suci kita ingin kembali tentu harus sebanding dengan seberapa mau kita ingin kembali.

Di sinilah yang disebut ke-Maha Adilan Tuhan…. Bahwa manusia diberikan kehendak bebas dan Tuhan hanya memberikan fasilitas-Nya saja, tidak mencampuri apa yang manusia pilih dalam hidupnya.

Hanya kadang manusia ini seperti anak kecil. Ketika disediakan fasilitas tanpa perintah, belum tentu fasilitas itu mereka gunakan. Karena itu diperintah-kanlah untuk segera men-sucikan diri mumpung ada di bulan ini. Itulah sebab turun perintah berpuasa, karena dengan berpuasa maka manusia akan lebih mudah membersihkan dirinya dari kotoran2 .

Dengan berpuasa, manusia mengekang nafsunya sendiri. Dan ketika nafsu itu mampu mereka kekang, maka proses pembersihannya pasti akan lebih mudah…

Dengan semua fasilitas yang diberikan Tuhan kepada kita, supaya nanti di hari pengadilan tidak berat timbangan dosa, maka wajar saja Tuhan berfirman, “Nikmat mana dari-Ku yang kalian dustakan, wahai manusia ?”

Temanku menyeruput kopinya. Lumayan menu berbuka hari ini. Tongseng kambing pedas dan segelas es teh manis dengan kopi sebagai penutupnya.

Duh, habis makan kambing gada lawannya gini….** (ak)

Sumber : Facebook Denny Siregar

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *