Terima Kasih,Prabowo!

 
Langkah yg elegan, tanpa perlu pidato politik, tanpa perlu cuap-cuap timses yang seringkali isinya hanya blunder… dan yg paling menyambut gembira tentu para aktivis anti hoaks yg siang malam bekerja tanpa bayaran mendebunk begitu banyak hoaks yg sengaja diviralkan untuk menggiring opini kalangan miskin listerasi dan malas membaca :
 
– 10 juta TKA China yg merebut lahan kerja warga pribumi
 
– Pasukan militer China berbadan tegap & berambut cepak yg menyamar menjadi TKA China dengan tujuan untuk menjajah Indonesia
 
– Sumber daya alam dan BUMN-BUMN Indonesia yg dijual dan kuasai oleh China
 
– Pulau reklamasi yang dijadikan titik transit warga China untuk masuk Indonesia, kemudian akan menguasai Ibukota Jakarta dan seluruh warga Jakarta akan dibunuh dengan cara disembelih kemudian mayatnya dibuang ke laut seperti pasukan ISIS menyembelih warga Syria (mohon pada bagian ini untuk tidak tertawa, yg menyampaikan info A1 ini seorang ulama, hormatilah para ulama)
 
– Kubu Prabowo dipersepsikan sebagai poros Mekkah dan kubu Jokowi poros Beijing (bagi yang lebih melek literasi tentu sudah paham bahwa Tiongkok sendiri adalah investor terbesar bagi negara Arab Saudi, infrastruktur di Arab Saudi dibangun oleh China dan produk-produk China sangat membanjiri seantero negara Arab Saudi)
 
– Kubu Jokowi dipersepsikan berideologi kekirian (komunis) karena menjalin kerjasama bilateral dengan Tiongkok, sedangkan kubu Prabowo dipersepsikan berideologi Islam (padahal tidak menjalin kerjasama dengan Arab Saudi )
 
– silakan dilanjutkan hoaks yang lainnya…
 
 
 
Sebagai bagian dari warga dunia, di mana tidak ada satu negara pun yang fully bisa menjadi negara produsen, negara paling adidaya sekalipun, maka kerjasama global antar negara adalah hal yang tidak akan terelakkan. 
 
Prinsip kerjasama bilateral hanyalah WIN-WIN, saling menguntungkan bagi kedua negara. Jika menguntungkan, mengapa tidak? untuk terus dijaga keberlanjutannya. 
 
Namun jika merugikan tentu Indonesia juga bukan bangsa penakut yang ‘jerih’ untuk berkata ‘TIDAK’ kepada negara berkekuatan ekonomi terkuat sekalipun. Hal ini dibuktikan oleh ‘tangan besi’ Ibu Susi Pudjiastuti yang berani menenggelamkan ataupun mengusir kapal-kapal raksasa berbendera China yang memasuki perairan Indonesia dan mencuri ikan kita. Kita tidak takut untuk bersikap tegas pada hal yang benar untuk memperjuangkan hak dan martabat bangsa kita meski di sisi lain sedang menjalin kerjasama bilateral di berbagai sektor.
 
Dan dengan prinsip WIN-WIN yg sama kita menjalin hubungan kerjasama dengan negara-negara lainnya. Why not?
 
.
 
Semoga tidak ada lagi hoaks di antara kita. 
 
Kami tunggu langkah anda berikutnya, Pak Prabowo… 
 
Agar Pesta Demokrasi 2019 semakin produktif beradu gagasan, bukan lagi adu hoaks-anti hoaks tiada habisnya…
 
.
 
Hayati lelah…
 
.
 
-HN-

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *