Teologi Perang : Yang Satu Lantang Bilang Lonte yangSatu Balas Hajar

Tapi ini lawan kita sesama muslim. Muslim yang dikaferkan. Muslim yang
disesatkan atau dicap munafik karena tak sehaluan. Kebetulan yang satu menang Pilpres, yang satu kalah, terus saya mau bela siapa, berpihak pada yang mana ? Yang satu bilang curang, zalim, tidak adil, menjual negara. Satunya bilang kamu intoleran, ekstrim, fundamentalis, radikal atau lainnya. Dua muslim bertengkar, bela yang mana ?

Jadi ini persoalan subyektif. Pada kedua kelompok ada ulamanya ada habib nya, ada kyai nya dan berniat sama : menegakkan izzul Islam. Dua kutup Islam saling berhadapan. Saling menafikkan, saling mengkaferkan dan saling menyesatkan atas nama nahy munkar. Bawa kitab yang sama, nabi yang sama, iman yang sama, aqidah juga sama, lantas apa yang menyebabkan keduanya bertengkar. Kira-kira siapa yang ketawa dan mengambil keuntungan.

*^^^^*
Tujuan yang sama. Mungkin caranya berbeda atau kebetulan calon yang di dukung keok. Tapi apa yang kemudian dicari : Kekuasaan, kekayaan, pengaruh, harta, perdagangan, wanita, legitimasi atau pujian ?

Revolusi mental dan revolusi akhlaq — perang jargon, perang identitas jauh dari substansi. Kejar-kejaran berebut baliho, spanduk dan bendera atau umbul-umbul. Siapa yang dimenangkan sebagai pahlawan atau dikalahkan dicap pecundang. Lantas siapa yang jual negara, jual agama, jual diri untuk sejumput kekuasaan. Wallahu taala a’lm.

@nurbaniyusuf

Sumber : Status Facebook Wahib Bin Umar

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *