Tanpa Emak yang Baperan

Greta Thunberg dari Swedia berusia sekitar 14 tahun ketika dia sudah mulai concern dengan lingkungan hidup dan memulainya dari keluarga. Dia memaksakan kepada orangtuanya untuk mengikuti suatu lifestyle seperti daur ulang dan mengurangi konsumsi bahan bakar yang bertujuan untuk mengurangi carbon footprint keluarga mereka. Di umur 15 tahun, setiap Jumat dia berdiri di depan gedung parlemen Swedia, dengan selembar papan karton yang bertuliskan ajakan protes untuk lebih perduli lingkungan dan perubahan masalah cuaca. Gerakannya kemudian diikuti oleh anak-anak lain diberbagai pelosok dunia dan Greta akhirnya mempunyai kesempatan untuk menyampaikan protesnya di sidang PBB di depan para pemimpin dunia.

Malala Yousafzai menulis kepada kantor berita BBC Urdu ketika dia berusia 11 tahun, kebetulan dia berasal dari keturunan Pashtun yang berada di negara Pakistan. Dia menceritakan tentang bagaimana susahnya anak-anak terutama anak perempuan untuk bersekolah di jaman ketika pemerintahan dikuasai oleh Taliban. Dia menjadi aktivist pergerakan untuk kesetaraan pendidikan untuk perempuan dan namanya kemudian menjadi bahan pembicaraan di dunia Internasional ketika dia menjadi incaran pembunuh bayaran. Nyawanya hampir melayang dengan sebuah butir peluru bersarang di kepala, tetapi dia tidak berhenti menyuarakan keadilan sampai dinobatkan sebagai pemenang hadiah Nobel untuk perdamaian.

Ada banyak anak-anak di dunia yang tampak lebih dewasa dari usia mereka dan bisa dengan lantang menyuarakan keprihatinan terhadap persoalan lokal atau dunia. Tetapi menjadi masalah ketika orang-orang yang ada disekitar memanfaatkan kepolosan mereka hanya untuk sekedar menangguk keuntungan demi karir politik semata. Anak-anak mereka dijual dan dijadikan tameng untuk mencari simpati dengan dalih memberikan asupan atau kritik kepada kepala negara. Ah.. beruntung anak-anak yang saya ceritakan di atas tidak mempunyai keluarga yang baperan dan emak yang sensi habis, apalagi kalau nanti diikuti dengan keluarnya video yang diiringi oleh soundtrack dengan sebuah balada karya si opa.

Tabik.

Sumber : Status Facebook B. Uster Kadrisson

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *