Kaya Mendadak

Temanku ini sudah sering bisnis, tapi banyak gak jalannya. Dia seperti orang yang masih belum ketemu, “Gua bisnis apa ya ?” Setiap

Nilai Persahabatan

Dia mengenalkan dirinya dan kami berteman sejak saat itu. Dengan gaya berbeda, kami bahu membahu menghajar narasi-narasi kelompok radikal di media sosial

Taubat

Taubat itu tidak terucap. Dia ada di relung hati yang paling dalam. Limbungnya sebuah badan karena jiwanya kosong. Dan kita ingin mengubah

Nur Sugik

Nur Sugik lumayan pintar. Dia tau orang Indonesia ini banyak yang buta kalau sudah bicara agama. Dia mendandani dirinya dgn baju agama,

No More Posts Available.

No more pages to load.