by

Surat Cinta untuk Mario

Oleh: Nurul Indra
 

Pak Mario…apakabar pak? Sehat? Udah..tenang aja pak ngga usah galau. Biasanya kan kamu yang kasih motivasi buat orang-orang galau. Kalau kamu sedang galau, biarkan aku yang memotivasimu Pak…

Pak Mario..aku ikut sedih dengan apa yang sedang kamu alami. Terlepas benar atau salah kabar itu, benar atau salah sikapmu. Hal yang pasti, kamu tidak selayaknya dibuli seperti itu. Mengapa begitu?

Pertama, selama ini kamu menebar motivasi buat setiap orang. Kamu memberi harapan kepada orang-orang galau dengan berbagai masalahnya. Masalah percintaan, kekeluargaan, pekerjaan, pergaulan, penyakit, dan lainnya. Mereka yang galau, nggak bisa makan, putus harapan, nyaris gila, atau bahkan mungkin nyaris bunuh diri, terselamatkan oleh kata-kata bijakmu.

Sebulshit apapun kata-kata bijakmu, percayalah sama aku, itu jauh lebih berguna dari berita hoax, informasi plintiran, dan aneka caci maki serta hujatan dari manusia-manusia yang anti kesalahan. Meski mereka yang selama ini terselamatkan oleh kata-kata bijakmu, mungkin malah ikut-ikutan membulimu.

Kedua, karena kamu manusia biasa, sama halnya dengan manusia lainnya. Mungkin, selama ini kamu membuat kata-kata bijak juga untuk memotivasi dirimu sendiri. Kalau kamu salah sikap, salah kata dan salah langkah itu lumrah. Aneh malah kalau aku menuntut kamu selalu benar tidak pernah salah.

Jadi, sebaiknya Pak Mario nggak usah galau. Jika salah ya sudah minta maaf saja. Jika nggak merasa salah juga nggak papa, yang penting punya argumennya. Udah gitu aja lah. Salam Mario!

Dari aku, yang hampir tidak pernah mengkonsumsi motivasi Pak Mario

 

(Sumber: Status Facebook Nurul Indra)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed