by

Soeharto dan Partai Islam

Pada pemilu tahun 1977, PPP memperoleh 18,7 juta suara, sedangkan Golkar 39,7 juta suara. Pada pemilu ketiga tahun 1982, PPP mendapatkan suara sebesar 20,8 juta dan Golkar memperoleh 48,3 jt suara. Bila dilihat, suara PPP hampir mendekati 50% perolehan suara Golkar.

Ini adalah ancaman bagi Soeharto. Dia menyadari bahwa perolehan suara golkar didapat melalui sistim yg tidak demokratis. Sedang PPP memperoleh jumlah suara tersebut karena umat Islam, terutama kaum Nahdiyin, masih memiliki kedekatan emosional dengan partai2 bernafas Islam.

Untuk menggembosi perolehan suara PPP, pada tahun 1985, orde baru mensiasatinya dengan menetapkan bahwa seluruh partai politik, harus asas tunggal ideologi Pancasila.

Begitu juga dengan PPP. Selain perubahan asas dan ideologi, logo atau gambar PPP pun harus dirubah. Bila sebelumnya bergambar Ka’bah, untuk menghilangkan ciri keislaman dirubah menjadi gambar Bintang.

Hasilnya, pada pemilu tahun 1987, perolehan suara PPP melorot menjadi hanya 16,6 juta suara. Golkar melesat menjadi 66,6 juta suara.

Apapun akan dilakukan rezim orba untuk melanggengkan kekuasaannya. Masih mau mendengarkan hoax tentang Jendral Besar? 
Iqra.

Sumber : Status Facebook Riza Iqbal

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed