Sisi Lain Bisnis Miras

Mau enggak ?
Faktanya sejak di usulkan pada 2015 sampai kini tertunda pembahasanya.
Pembatalan Lampiran Perpres 10/2021, itu artinya bisnis miras tetap cuan dan tetap pesta. Engga ada yang usik.
Nikmat mana lagi yang kamu dustakan berbisnis di Indonesia.
=====!=====
Pagi kemarin bakda Subuh saya ditelepon seorang terkenal yang lama saya kenal. “Cak, saya mau bicara soal Perpres Miras,” katanya. Saya tersentak, seorang hebat berbicara Miras dengan saya yang bukan siapa-siapa. Saya yang bukan peminum, bukan juga pelaku “Oplosan”, apalagi pemilik Multi Bintang.
“Itu bukan Perpres Miras bang, itu soal aturan investasi yang di dalamnya ada item investasi Miras,” saya menimpalinya. “Ya, itu artinya legalitas kalau investasinya sudah diatur. PBNU secara tegas menolak itu,” kata dia. “Oke bang,” kata saya, “terus apa yang abang mau dari saya yang bukan pejabat, bukan orang terkenal, saya rakyat biasa yang berteriak pun belum tentu lantang.” Dia langsung menyanggah, “suarakan kebenaran tolak soal Perpres Miras, whatsoever!”
Saya seruput kopi pagi saya dulu sedikit. “Bang, bukankah setahu saya soal Miras ini sudah legal sejak lama. Investasinya pun juga sudah lama ada di negara kita. Ada Delta di Jakarta, Multi Bintang di Tangerang, Suba Indah di Bogor, itu yang saya tahu. Terus mengapa harus heboh sekarang?” Dia segera menjawab, “tapi ini Jokowi cak, ada Kyai Amin di sebelahnya.” Saya seruput lagi kopi di hadapan saya, “kalau presiden lain boleh, gitu? Apakah kalau pak Jokowi mencabut Perpres itu, perusahaan yang sudah ada langsung tutup? Atau saham Pemprov DKI di pabrik bir yang menghasilkan ratusan milyar pertahun akan dijual?” Dia agak lama untuk menjawab, beberapa detik kemudian dia nyahut, “baiklah cak, nanti kita diskusi lagi.”
Menyikapi suatu persoalan politik tidak boleh kaget dan gegabah. Sebuah aturan adalah produk politik, maka kontroversi yang melingkari harus dicerna dengan lapang. Kita harus membiasakan diri melihat persoalan bukan dari apa yang terlihat, tapi juga meraba dari apa yang tak terlihat. Ketika otak hanya berisi palu, maka semua yang terlihat hanyalah paku.
Jokowi telah mencabut investasi Miras dalam Perpresnya. Sekarang siapapun boleh membuka pabrik Miras dimanapun – bukan di daerah tertentu seperti yang diatur dalam Perpres itu. Dan Miras oplosan berkedok herbal akan tetap beredar di kampung-kampung tanpa cukai. Kita cukup pura-pura tak pernah tahu soal itu.
sc : Islah Bahrawi
Perpres no.10/ 2021 di cabut …
Otomatis,
Perpres no.74/2013 masih berlaku.
Alhamdulillah terima kasih pak Jokowi…gumam syetan yang sedang memegang botol minuman lagi nangkring..
 
Sumber : Status Facebook Islah Bahrawi

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *