by

Sikap dan Cara Menghadapi Israel

Oleh : Fadly Abu Zayyan

(Memahami Pemikiran Gus Dur)Celaka! pikir saya. Nama Gus Dur kembali terseret atas apa yang terjadi di Palestina saat ini. Video beliau kembali diunggah. Terutama yang terkait Hamas. Dan hal ini kebanyakan dilakukan oleh mereka yang tidak sejalan dengan perlawanan Hamas atas Israel. Bagi saya, ini perlu diluruskan. Seolah-olah Gus Dur juga tidak sepakat dengan Hamas dan berpotensi secara rancu diterjemahkan beliau adalah “Pro Israel”.Yang pertama harus dilakukan adalah, kita harus mendudukkan masalah dan melakukan rekonstruksi pemikiran.

Bahwa antara Sikap dengan Cara adalah hal yang berbeda. Semoga kita semua sepakat disini, bahwa apapun bentuk penjajahan di dunia harus ditentang. Hal ini juga diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945. Kalau kita sepakat dengan sikap ini, akan saya ulas lebih lanjut. Tapi jika tidak, saya akan senang hati jika anda melakukan ‘unfriend’ terhadap saya.Nah, selanjutnya mungkin yang berbeda di antara kita adalah caranya. Yaitu bagaimana cara menghadapi gerakan Zionisme. Karena bagaimanapun, mereka seperti “point of no return”. Pun seandainya, pendirian Negara Israel dinyatakan salah dan merupakan bentuk penjajahan, lalu mereka akan “mudik” kemana?

Itulah yang mungkin mendasari pemikiran Gus Dur bahwa mengatasi permasalahan Israel adalah dengan Cara Damai. Dan pertanyaan selanjutnya, Damai yang bagaimana? Dibagi Wilayahnya? Apa Rakyat Palestina mau? Ibaratnya, tiba-tiba ada orang masuk rumah sampeyan, lalu minta berbagi sebagian wilayah rumah dan pekarangan. Tentu anda akan mempertahankan mati-matian. Apalagi jika orang itu menggunakan cara kekerasan.Pemikiran Gus Dur itu kadang baru bisa dipahami beberapa waktu jauh ke depan.

Termasuk tentang Israel-Palestina ini. Dimana beliau mengusulkan cara damai. Gus Dur paham betul dimana letak Geostrategis Israel yang sebenarnya. Pertama, Jerussalem adalah situs incaran para Elit Bankir Yahudi dengan motif ‘Heritage Assets” sebagaimana pada tulisan saya sebelumnya (The Untold Stories of Zionist). https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1312010109192847&id=100011516113440

Dan yang kedua, posisi Palestina berada di Jazirah Arab dimana Israel bisa dijadikan negara satelit atau proxy bagi Dajjal aka. Thanos untuk menguasai dunia. Karena menjadi prinsip baginya, siapa yang menguasai keuangan dan energi global, maka dunia akan berada dalam genggamannya.Inilah yang beberapa tahun ke depan, saya sendiri juga baru memahami cara damai yang dimaksud oleh Gus Dur. Seandainya bisa digambarkan secara verbal: “Ya, dibikin saja supaya Israel tidak memiliki Geostrategis. Gitu aja kok repot!”

Caranya yaitu, dengan melakukan Revolusi Energi dan Moneter Global. Mengganti Fosil dengan Litihium dan juga melakukan Transparansi Keuangan Internasional supaya alur pendanaan “Asymmetric War” bisa ditelanjangi.Itulah kenapa dulu Gus Dur pernah mengundang George Soros untuk merumuskan masalah ini di Wahid Institute pada 6 Januari 2006. Dan pada akhirnya salah satu Elit Bankir Yahudi ini menjadi tergugah kesadarannya dan membelot dari genknya. Soros juga menggandeng David Rockofeller yang ternyata juga dinasti terakhir dari JD Rockefeller, mbahnya Fosil sang penguasa Minyak Bumi. Alhasil, kini Revolusi Energi dan Moneter sedang berlangsung sebagaimana dalam tulisan saya “Cara Membunuh Thanos”. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1088276214899572&id=100011516113440

Namun begitu, Thanos tidak akan tinggal diam atau membiarkan “Cara Damai ala Gus Dur” ini berhasil. Isu Anti TKA China (sebagai tenaga alih tekhnologi) akan terus dihembuskan karena posisi kita yang saat ini begitu strategis sebagai Tuan Rumah Lithium. Termasuk juga kegaduhan di Israel yang eskalasinya menjadi terus meningkat. Apa ada hubungannya?Justru di point inilah kita harus benar-benar jeli. Banyak pengamat dan analis geopolitik yang mengkaji dari perspektif legalitas pendirian negara itu. Padahal bisa jadi Thanos sedang mempersiapkan skenario Tiji Tibeh atau Mati Siji Mati Kabeh. Saat ini Ia sedang membutuhkan “legitimasi” untuk penggunaan Senjata Nuklir. Langkah pertama yang sudah dilakukan adalah, ia telah mundur dari Kesepakatan Nuklir 2015.

Dan kedua, ia juga membutuhkan keadaan memaksa. “Dari pada aku mati sendiri, maka aku akan menjentikkan jari ini sekaligus untuk mengurangi populasi dunia.”*Sumber: SILIT (Saluran Internasional Langsung Ilmu Telepati)

*FAZ*

#SILIT

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed