by

Siapa Potensial Berbuat Curang?

4. Dalam Pemilu sebelumnya di tahun 2014 ada kurang lebih 144 petugas pemilu meninggal dunia (yang bilang pemilu sebelumnya tidak pernah ada petugas pemilu meninggal dunia berarti kurang baca berita). Sekarang di Pemilu 2019 petugas KPPS ini tugas nya jauh lebih berat, menghitung 5 surat suara. Mereka harus selesai menghitung 24 jam. Saya kasih tahu ya, waktu kami Quick Count di hari itu bahkan hingga pukul 11 malam belum 100 persen data dari TPS sample kami yang masuk; artinya di lapangan masih ada banyak TPS belum selesai penghitungan, padahal quick count hanya untuk surat suara pilpres dan pileg DPR; dua kertas suara. Para petugas KPPS ini mungkin sudah tidak tidur sejak sehari sebelumnya, bangun tenda urusan admin dan ini itu, tambah lagi sehari lagi menghitung dan semalaman ada di TPS masing-masing. You, saya dan kita, habis nyoblos pulang dulu ngadem, makan, minum, tidur. Mereka stay on di TPS. Jadi, mempolitisasi meninggalnya para pahlawan pemilu ini sangat keterlaluan. Make sure your brain is in gear when you are engaging your mouth.

5. Terjadi kecurangan di TPS? Pandangan saya, bahkan kalaupun terjadi kecurangan di 2000 atau 3000 atau 4000 TPS itu secara jumlah relatif tidak mengubah apa-apa, mengingat ada 813 ribu TPS tersebar di seluruh Indonesia.

Tentu saja, sama seperti Anda semua, saya sangat ingin melihat pemilu yang 100 persen bersih. Saya sudah kasih warning di awal bahwa beberapa kalimat saya akan politically incorrect. Mohon dimaafkan.

Sumber : Status Facebook Philip Vermonte

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed