by

Si Ipul : Sekda Penganut Anis Isme yang Berani Menyalahkan Keputusan Presiden

Perlu diketahui publik bahwa salah satu tugas Sekda adalah bertanggungjawab melakukan koordinasi penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). Jadi dalam kasus pengajuan RAPBD DKI Jakarta gila-gilaan yang menghebohkan publik beberapa waktu lalu seperti anggaran pembelian lem Aica Aibon Rp 82,8 Miliar, pembelian pulpen Rp 123 Miliar dan lain-lain, salah satu orang yang paling bertanggungjawab adalah Si Ipul selalu Sekda DKI Jakarta.

Duet maut ABas dan Ipul ini membuat Jakarta semakin hari semakin ambyarrr. Kekurangajaran si Ipul dalam menantang Kepres ini karena dia mencontoh kelakuan buruk junjungannya yang kerap membangun narasi melawan Pemerintah Pusat. Dan anehnya Pemerintah Pusat cq Menteri Dalam Negeri juga cuek bey-beh. Membiarkan semua kekurangajaran ini terjadi tanpa berani memberi sanksi. Jadinya Pejabat Daerah jadi ngelunjak seperti yang ditunjukkan Si Ipul dalam kasus revitalisasi Monas.
.
Ke depan, seyogyanya Pemerintah Pusat harus lebih berani tegas bertindak. Jangan biarkan Pejabat Daerah leluasa merongrong kewibawaan Pemerintah. Jangan biarkan kerusakan keburu terjadi baru bertindak seperti petugas pemadam kebakaran. Kasus penggundulan Monas salah satu contoh. Padahal lokasinya pas di depan mata kantor Mensesneg. Mengapa dibiarkan gundul, kemudian heboh di media dan medsos baru ribut bertindak. Duuh…..

Ketidaktegasan Pemerintah Pusat akan membuat Pejabat Daerah seperti ABas dan Si Ipul ngelunjak dan bersikap laku lajak (over acting).

Ipul Ipul…sok belagu kayak Bossmu loe !

Salam SATU Indonesia

Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed