by

Selamatkan Syria, Kata ACT

Oleh : Muhammad Abdulkadir Martiprawiro

Saat teroris dari luar Suriah, termasuk tentara bayaran dari Uyghur, Xinjiang, Cina, berhasil diusir oleh tentara Suriah dari Aleppo pada Desember 2016, ACT menyebarkan kebohongan bahwa wanita dan anak-anak dibantai oleh Presiden Bashar Al-Assad. “Save Syria” teriak ACT. Halaman web ACT “Selamatkan Syria” mengumpulkan dana luar biasa. Kegiatan pengumpulan donasi bagi Suriah, dilakukan oleh ACT, menyusul teriakan penceramah di berbagai kota besar di Indonesia pada Desember 2016 itu, “Save Aleppo”, kata mereka. Teriakan itu dilakukan sambil menceritakan fitnah tentang kejahatan presiden Suriah.

Siapa yang paling awal merancang kebohongan ini? Amerika Serikat. Lembaga pendonor USAID, misalnya, mendanai White Helmet, organisasi amal dari Amerika Serikat, yang membuat banyak video penderitaan anak-anak Suriah, padahal sebagian besar video itu dibuat di Irak. Karena Suriah tidak jatuh-jatuh, akhirnya sempat bocor juga, anak-anak yang “luka parah” itu, berfoto bersama dengan crew video White Helmet, sambil tersenyum gembira. Luka parah? Tentu tidak. Anak-anak itu sehat-sehat saja. Mereka gembira karena dibayar mahal sebagai bintang film dan crew.

Pada Februari 2017, White Helmets menjadi pemenang Oscar untuk Best Documentary Short Film. White Helmets dianggap berjasa merekam peristiwa paling kelam di abad ke-21.

Sumber : Status Facebook Muhammad Abdulkadir Martoprawiro

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 comment

  1. Hehehe USA, negara paling demokratis katanya.
    Sukanya propaganda hoax yg dibikin sendiri.
    Antek nya percaya mau gimana lagi.

News Feed