by

Sekali Lagi Soal 212, Bullshit

Oleh Asman Azis

Dari membaca berbagai info dan berita soal Aksi 411 dan 212, jadinya gak bisa juga nahan diri untuk tidak berkomentar, hehe… Apalagi banyak sekali bertebaran mistifikasi dan “lebay-sasi” soal aksi-aksi tersebut… Beritanya biasanya dimulai dengan, “Subhanallah, Merinding, Dahsyatnya, Apa Rahasia 212?”, dst… Bahkan ada satu foto sandal jepit bolong yang beredar yang konon digunakan oleh Mujahid dari Ciamis ke Jakarta… Subhanallah…!!!

Buat saya sih, urusan 411-212 itu tak jauh dari urusan politik kekuasaan semata; habisi Ahok sebelum bertanding, dan kalo memungkinkan sih sekalian gulingkan juga Jokowi-nya (ini target berikutnya kalo bisnis lancar, hehe…).. Soal penistaan Al-Qur’an, itu sih bensinnya aja untuk membakar massa… Nah cilakanya, bagi sebagian besar umat Islam, kalo mendengar agama atau kitab sucinya dihina dan dinistakan (ini tanpa mengecek kebenarannya loh yah…!!) pasti akan marah dan naik pitam.. Bahkan, para preman di kampung saya yang tidak ngerti huruf Hijaiyyah pun, yang shalatnya 2 kali dalam setahun (Idul Fitri dan Idul Adha), dan mukanya jarang disentuh dengan air wudhu, pasti akan teriak dan berada di barisan paling depan untuk urusan ini… Tapi bagi preman-preman seperti ini, kalo yang bersangkutan sudah meminta maaf, maka mereka pun biasanya akan segera berangkulan dan saling memaafkan.. Kadang juga sambil tangis-tangisan (lebay dikit juga gak apa2 kan…??), hehe…

Yang saya agak terganggu, kok marah kita saat ini se-“brutal” ini yah…?? Andai Ahok pun menista Qur’an, tidak cukup kah maaf yang berulangkali ia mohonkan kepada umat Islam…?? Bagi saya, sebenci-bencinya kita terhadap seseorang, kita harus tetap berbuat adil dan fair terhadap orang tersebut…

Mungkin ada baiknya kita kembali berkaca dan mengambil hikmah yang banyak sekali bertebaran dalam tharikh peradaban Islam kita… Umat Islam pernah mengenal dan memiliki salah seorang Panglima Perang paling kesohor dan legendaris dalam sejarah Perang Salib, beliau Shalahuddin Al-Ayyubi, yang dikenal di Barat sebagai Saladin… Beliau sangat fair dan adil, bahkan terhadap musuh-musuhnya, yang siap memenggal kepalanya sekalipun… Kalo Panglima perang pihak musuh sakit, beliau mengirimkan makanan dan Tabib terbaiknya untuk menyembuhkan sang musuh… Pernah suatu ketika, pasukan Shalahuddin menerjang Pasukan Salib di bawah komando Raja Richard The Lion Heart, dan Raja Richard terjatuh dari kudanya. Shalahuddin menghentikan peperangan dan memerintahkan pasukannya untuk mengirimkan 2 ekor kuda Arab terbaik yang dimilikinya untuk digunakan oleh Raja Richard, barulah perang dilanjutkan.. Raja Richard pun berlaku demikian ke Shalahuddin.. Konon, dalam salah satu pertempuran, Raja Richard melihat pedang Shalahuddin tumpul. Serta-merta Raja Richard menghentikan perang, dan memberikan kesempatan buat Shalahuddin untuk mengasah dahulu pedangnya…

Belum lagi kisah-kisah Baginda Rasulullah yang amat penyayang dan pemaaf… Atau jangan-jangan kita memang sudah lupa dengan uswah yang banyak sekali diteladankan oleh Nabi kita, tersebab begitu dahsyatnya fitnah yang berseliweran hari ini di media abal-abal itu…??

Untuk sekedar diketahui, saya bukan pendukung Ahok.. Saya dan sahabat-sahabat saya di FNKSDA (Front Nahdliyyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam), dari dulu tidak sepakat dan mengkritik paradigma pembangunan yang dipilih dan dilakukan oleh Ahok di Jakarta; yang menggusur orang miskin seenak perut dia, yang anti “informalitas”, yang tetap melanggengkan model pembangunanisme dan modernisasi warisan Orde Baru, yang sudah usang dan terbukti gagal itu… Dan itu jauh sebelum peristiwa “penistaan” Ahok di Pulau Seribu itu…

Tapi saya tidak sepakat dengan apa yang menimpa Ahok hari-hari ini… Ini adalah hasil kerja para politisi pengecut, para politisi pecundang, yang tidak mau bertanding secara fair di atas ring… Habisilah Ahok atas kerja-kerjanya yang buruk membangun Jakarta; bukan karena dia KRISTEN-KAFIR, CINA Pulaaa… Saya kasihan dan bersimpati atas dirimu untuk yang ini Hok…!!

Saya yakin, setiap ajaran agama dan keyakinan nenek moyang kita pasti mengajarkan bagaimana bersikap dan berlaku Ksatria, laiknya Shalahuddin dan Raja Richard itu.. Saya pribadi masih sangat ingat petuah Datuk saya (mohon maaf untuk menceritakan ini, sekedar sebagai contoh), beliau pernah mengumpulkan kami semua cucu lelakinya, lalu beliau berkata: “Ingat wahai cucu-cucuku, saya akan jauh merasa terhormat datang menjemput mayatmu di ‘medan laga’ selagi kamu bersikap Ksatria; satu lawan satu. Dan saya akan merasa sangat hina sehina-hinanya, andai kamu lari dari ‘medan juang’, atau bahkan kamu menang sekalipun, tapi dengan mengeroyok dan berlaku curang atas lawanmu”.

Tapi, saya juga sangat khawatir, filosofi dan petuah-petuah bijak para orang tua dan leluhur kita juga sudah habis ditelan bumi, berganti dengan ajaran-ajaran Hoax yang massif beredar di media sosial kita hari ini…???

Afwan kalau saya salah… Sekedar berbagi kegelisahan…

Sumber : Facebook Asman Azis

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed