by

Sejenak Papua

Tahukah unsur apa yang terkandung dalam tanah yang mereka bawa sebagai unsur ikutan yang biasanya menempel pada emas dan ternyata sangat berharga, tak lagi penting. Terlalu ribet ngurusnya. Anggap saja bonus bagi Amerika.

Untuk itulah Jokowi bersikukuh mengambil alih saham Freeport. Untuk itulah syarat smelter yang diamanatkan oleh UU yang diteken jaman SBY diwajibkan bagi Freeport.

“Sok tahu kamu, dari mana tahu Freeport dapat untung besar karena unsur ikutan itu?”

Pedagang yang kemudian marah gara-gara kontrak diperbarui, apalagi marah besar adalah tolok ukur sederhana. Gak ada yang gak marah kalau keuntungan dikurangi. Tak ada yang marah sangat besar kalau keuntungan yang dikurangi cuma sedikit.

Keuntungan yang sangat besar itu kini diketahui dan kontrak harus diperbaharui dan smelter adalah alat paling pas sebagai wasitnya.

Dengan smelter, emas dan tembaga sebagai acuan kontrak jual belinya adalah yang kita jual. Dan dengan dibangunnya smelter jumlah pasti obyek yang diperjual belikan mendapat kepastiannya.

“Darimana kamu tahu Amerika marah besar?”

Pernah dengar bagaimana seorang calo marah-marah kepada penjual sebuah obyek yang di dagangkan karena merubah kontrak dan pembeli complain kepada si calo?

Seperti itulah gambaran sederhananya. Si calo ngamuk karena takut transaksi batal. Calo jadi lebih galak dari yang punya dagangan. Tak sedikit cerita diluaran sana terjadi, si calo bawa banyak orang untuk menekan penjual.

Itulah yang dialami oleh Jokowi. Itulah rasa panas yang kita rasakan dalam kehidupan berpolitik kita saat ini. Protes dan marah di alamatkan kepada Presiden oleh kelompok yang merasa dirugikan.

Padahal disisi lain, Jokowi hanya menjalankan amanat UU yang dibuat pada jaman pemerintahan SBY. UU no 4 th 2009 tentang Mineral dan Batu bara adalah UU yang diinisiasi, dibuat dan ditandatangani oleh presiden sebelumnya.

Jokowi diprotes, dimarahi, dimusuhi dan bahkan hingga ingin diturunkan karena menjalankan amanat UU yang justru adalah tugasnya. Aneh??

Belakangan, aksi protes terhadap Presiden semakin menjadi. Disisi lain cerita perang dagang Amerika dan China juga sedang memanas.

Rare Earth Element atau Logam Tanah Jarang (LTJ) yang menjadi keunggulan China sebagai pemasok terbesar dunia dengan lebih dari 80% berasal dari sana, ikut dijadikan obyek dalam sengketa itu.

AS sebagai negara sangat maju dan terdepan dalam industri mutakhir, industri terdepan dalam teknologi sangat tergantung pada material ini. Material yang mampu mewujudkan banyak hal mustahil teori berteknologi maju menjadi barang jadi dan teraplikasi.

Pesawat antariksa membutuhkan material tahan panas pada permukaan logamnya saat memasuki dan keluar dari atmosfir bumi.

Logam tahan panas dapat dibuat, namun manusia didalamnya ikut terpanggang karena sifat logam itu sendiri yang menghantarkan panas, maka keramik adalah solusinya.

Keramik semacam ini baru bisa diwujudka dengan hadirnya material yang salah satunya hanya dapat disediakan oleh LTJ.

Siatem Pertahanan rudal dengan sensor presisi hanya mungkin dibuat bila unsur LTJ ada didalamnya.

Mesin jet, perangkat penglihatan malam hari bagi kebutuhan militer, micro prosesor, dinamo hingga smarphone super canggih ditangan kita, membutuhkan hadirnya unsur Logam Tanah Jarang. LTJ menjadi sesuatu banget bagi kebutuhan seperti itu.

Amerika seperti dalam posisi frustrasi dan marah karena kesempatan membuat dan mewujudkan kelebihannya dalam bidang teknologi sedang terhambat dengan disetopnya LTJ dari China.

Amerika makin marah karena LTJ mentah dalam unsur ikutan yang menempel pada emas dan tembaga yang kemarin dengan mudah didapat dari bongkahan tanah yang diambil dari Papua juga sudah distop.

Disisi lain, kita tahu bahwa seluruh bongkahan tanah yang dibeli dari Papua dengan kontrak pembelian emas dan tembaga itu dibawa dan diolah di Australia. Di Australia, tanah itu dioalah, dan Australia adalah salah satu pengekspor LTJ. Adakah korelasi?

Tidak ada bukti nyata karena unsur LTJ sangat sulit diurai apalagi berbicara berapa banyak kandungannya dalam setiap metrik ton tanah yang dibawa. Namun, LTJ selalu ada dan ikut dalam bebatuan yang mengandung emas.

Gresik akan menjadi tempat bagi smelter Freeport. Akan ada banyak unsur ikutan yang kita selamatkan, dan sangat mungkin bila jumlah LTJ memungkinkan diproduksi, kita akan memiliki peluang sebagai salah satu pemain atas penghasil LTJ.

Tanah kita sangat kaya. Negeri kita sangat luas dan jumlah rakyat sangat memenuhi syarat menjadikan kita sebagai pemain utama dunia.

Sudah tiba waktunya. 75 tahun kita merdeka, sebentar lagi akan kita peringati. Pandemi dunia ternyata telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara paling siap.

Papua dengan Freeportnya telah mengajari kita betapa kayanya negara kita. Sudah saatnya warga Papua berdiri sama tinggi dengan saudaranya yang lain.

Kita hanya belum tahu berapa banyak bumi Papua akan memberikan hal terbaik bagi masyarakatnya. Bumi dengan kekayaan alam hutan, satwa dan mineral langka terbaik dunia sedang menanti.

Bukan melulu demi ekonomi dan melupakan ekosistem, namun memajukan Papua sama dengan mengindonesiakan Indonesia.

Harusnya, kita menjadi negara besar..!!

Sumber : Status facebook Karto Bugel

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed