by

Sedetik yang Menghebohkan

Oleh: Wahyu Sutono

Sejatinya bukanlah sesuatu yang istimewa dan patut jadi bahan perbincangan besar ketika SBY yang muncul sekitar satu detik di film ‘The Tomorrow War,’ karena itu hanya sekedar tempelan saja. Sama saja dengan Presiden Jokowi yang juga nempel di film “Angel Has Fallen” yang durasinya sedikit lebih panjang ketimbang tempelan SBY di film.

Jadi apanya yang mau dibanggakan?

Bahkan Presiden Jokowi sempat dibuatkan filmnya secara khusus pada 2013 silam dengan judul ‘Jokowi,’ lalu disusul film yang berjudul ‘Jokowi Adalah Kita’ pada 2014, namun film kedua ini batal ditayangkan karena Presiden Jokowi menolaknya, yang disebabkan dibuatnya tanpa seijin Presiden Jokowi, selain isinya tidak sesuai, dan khawatir dianggap sebagai media kampanye saat itu.

Oleh sebab itu, bolehlah para kader Demokrat bangga dengan munculnya SBY sedetik, tapi tak perlulah dibesar-besarkan hingga muncul pemikiran ada kerinduan dunia internasional terhadap kepemimpinan SBY. Karena pemimpin besar itu akan dirindukan tatkala ia dekat dengan rakyatnya dalam arti yang sebenar-benarnya yang disebabkan oleh kinerja dan prestasinya yang luar biasa, hingga dunia pun ikut mengakuinya.

Seperti halnya Presiden Jokowi yang kemudian kerap menjadi bahan ulasan di berbagai media utama di banyak negara, bahkan wajahnya menjadi cover depan majalah top dunia. Tidak itu saja, sebagai penghargaannya Presiden Jokowi pun dibuatkan patung lilinnya di Museum Madame Tussauds, Hongkong.

Tidak sembarang tokoh yang memiliki kesempatan seperti itu. Dari Indonesia, selain Presiden Jokowi, hanya Presiden pertama Indonesia, Soekarno, dan legenda bulutangkis Rudi Hartono. Sedangkan dari kalangan pesohor ada Agnez Mo dan Anggun C Sasmi.

Presiden Jokowi pun mendapat apresiasi dunia, dengan menempatkan dirinya sebagai nama jalan dan nama masjid di Abu Dhabi, Uni Emerat Arab. Lalu foto Presiden Jokowi yang terpampang di bus yang berada di kota London, berdampingan bersama tokoh-tokoh dunia berpengaruh. Lalu boneka berwajah Jokowi menjadi salah satu buah tangan paling laris di Russia. Boneka itu bisa didapat di Pasar Izmailovsky di Izmailovo, Moskow.

Sebenarnya masih banyak yang bisa diangkat tentang sosok tukang kayu yang menjadi Presiden ke tujuh ini. Namun sebegini saja rasanya sudah bisa menggambarkan betapa hebatnya seorang Jokowi yang selama menjabat menjadi presiden selalu mendapat serangan gencar dari lawan-lawan politiknya, bahkan hingga hoax dan ujaran kebencian begitu masiv diterimanya, padahal janganlah ditanya lagi bila melihat kinerja dan output yang dicapainya yang tanpa mangkrak.

Karenanya, apalah artinya tempelan sedetik di sebuah film dibandingkan karya besar seorang Joko Widodo selama 6 tahun yang spartan membangun negerinya dengan penuh integritas, ketulusan, tidak mengeluh, tidak sedikit-sedikit curhat, dan nyinyir. Oleh sebab itu sungguhlah rakyat akan terus membelanya bila ada yang coba-coba merongrong, apalagi berniat untuk menggulingkan dirinya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed