by

Saya Dicuci Otak

Oleh : Apep Wahyudin

Ada paling tidak empat kelompok yang mendekati saya (dulu thn 1995an). Satu kelompok dari Kedokteran gigi Universitas Negeri ternama di Bandung. Kedua dari Fakultas Ilmu Pendidikan dari sebuah Institut Keguruan Negeri di Bandung. Ketiga dari Teknik Elektro Institut Negeri paling terkenal se-Indonesia. Dan yang ke-Empat juga dari teknik Elektro tapi beliau tidak mengenal “kawannya” dari jurusan yang sama dan institut yang sama. Aneh juga.

PENCUCIAN OTAK nya berlangsung kurang lebih empat bulan sampai mereka (dan saya juga) kehilangan kesabaran. Mereka bilang, baru sekarang ini menemukan “kader” yang sulit “diajak kepada kebenaran”. Saya tanya, “Memangnya kalau yang lain gimana?””Yang lain paling cukup dua pertemuan.” “Yang lain itu profesinya apa saja?””Guru, kebanyakan. “(Apakah ini ada hubungannya dengan para guru atau dosen penyebar hoax dan penggagas Khilafah sekarang ini? Wallahu ‘alam)

EMPAT BULAN berlalu, saya sudah cukup sabar menghadapi bualan mereka tentang Khilafah. Saya tantang mereka (yang dari kedokteran gigi karena yang lain sudah menyerah). “Bagaimana kalau anda datangkan imam anda/pemimpin anda/ustadz anda untuk bertemu dengan saya?””Saya akan ajukan 12 pertanyaan. Kalau beliau sanggup menjawab satu saja dari pertanyaan itu, saya akan ikut kalian dan jadi pengikut setia lagi militan.””Ok. Nanti Jum’at beliau akan menemui bapak”, kata mereka. Padahal usia saya dan dia sama mudanya waktu itu.

JUM’AT PUN TIBA. Saya berdebat dengan dia di Room 216 tempat saya mengajar. Kebetulan lagi jam kosong. Dia sedang meneruskan kuliah S3 (jurusan agama, kayaknya), dan saya sedang menyelesaikan S1 (Pendidikan Bahasa Inggris). Debat sengit. Dia tak mampu jawab dan menyerah. Dia bertanya, “Mengapa anda sulit menerima kebenaran? “Karena sebel mendengar pertanyaan itu, maka saya jawab: “Untuk mencuci otak seseorang perlu beberapa syarat: SATU, yang mencuci otak harus lebih cerdas daripada yang dicuci otak. DUA, yang mencuci otak harus lebih berwawasan daripada yang dicuci otak. TIGA, yang mencuci otak harus lebih banyak baca buku daripada yang dicuci otak” DAN ANDA KALAH SEGALANYA DARI SAYA. dia pun pulang dengan perasaan malu………. MA’AF…………….

Sumber : Status Facebook Apep Wahyudin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed