by

Sampai Kapan Kita Lebih Peduli Negara Lain Dibandingkan Negara Sendiri

Oleh : Seruanhulu

Konflik antara Israel dan Palestina bukanlah hal baru, melainkan sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Bahkan lintas generasi konflik kedua negara sudah berlangsung. Perlu untuk diketahui bahwa konflik diantara kedua negara bukan konflik agama, namun lebih kepada konflik perebutan upaya untuk mengontrol wilayah dan sumber daya alam.Hanya saja agama dan budaya sering kali digunakan sebagai alat untuk memperbesar konflik diantara kedua negara. Sehingga banyak negara yang terkecoh, tak terkecuali Indonesia.

Di Indonesia sendiri, banyak yang memaknai bahwa konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina adalah dipicu karena agama dan budaya. Entah dari mana dan siapa yang menggiring opini sesat ini sehingga masyarakat Indonesia banyak yang terhasut. Akibatnya, tak sedikit pihak yang menggelar aksi kemanusiaan lalu kemudian mengumpulkan donasi sembari menekan pemerintah agar segera mengambil sikap untuk membantu warga Palestina. Di titik inilah kekeliruan berpikir itu mulai muncul. Bagaimana tidak, kalau rasa kemanusiaan yang menjadi tolak ukur kepedulian kita terhadap warga Palestina, maka di negeri ini dengan berbagai peristiwa demi peristiwa yang telah terjadi, sebenarnya tak kalah banyak yang seharusnya membutuhkan kepedulian kita sebagai sesama anak bangsa.

Beberapa waktu lalu ada empat orang warga yang ditemukan Tim Satgas Madago Raya di Poso, dan keempatnya merupakan korban pembunuhan yang dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Belum lagi akhir-akhir ini warga sipil dan aparat keamanan yang tewas akibat kebiadaban kelompok teroris KKB/OPM di Papua. Adakah yang sudah tergerak hatinya untuk menggalang donasi guna meringankan beban keluarga para korban yang tewas akibat kebiadaban kelompok teroris tersebut? Adakah pihak yang sudah turun ke jalan melakukan aksi dan menyuarakan kepada pemerintah agar segera melakukan upaya tegas guna mencegah dan menghentikan aksi-aksi biadab para teroris itu?

Berapa banyak jumlah nyawa yang sudah jadi korban Covid-19 di Indonesia, adakah yang peduli? Sampai saat ini belum ada. Jangankan peduli, disuruh memakai masker saja untuk melindungi diri dari si Covid masih banyak yang ngamuk-ngamuk dan mencaci maki petugas. Tapi ketika warga Palestina diserang oleh Israel, semua pada sibuk, semua pada kebakaran jenggot, semua pada teriak, bahkan kehebohan beritanya pun sampai di planet Pluto. Seolah-olah yang mendapat serangan itu adalah keluarganya. Padahal bukan.

Disinilah tingkat kewarasan itu diuji.Pertanyaannya, apa yang membuat kita lebih peduli terhadap warga Palestina sehingga peristiwa tragis yang menimpa saudara sebangsa kita menjadi terabaikan dan terlupakan? Jawabannya adalah karena sebagian masyarakat Indonesia sudah terhasut dengan isu sesat yang menarasikan bahwa seolah-olah konflik Israel dan Palestina adalah dipicu karena unsur agama dan budaya.

Kalau sudah bicara sesuatu hal yang ada kaitannya dengan agama, maka tingkat sensitivitas sebagian masyarakat Indonesia tak jarang melampaui batas. Sehingga akibatnya, tak sedikit yang bertindak di luar nalar dan berpikir di luar logika. Disinilah kesalahannya.Terlepas dari semua itu. Pada dasarnya, tragedi yang dialami warga Palestina adalah duka bagi semua negara dan duka kita bersama. Tidak ada satupun alasan yang dapat membenarkan serangan Israel terhadap warga Palestina.Namun, semua ada batasannya.Jangan hanya karena kepedulian terhadap warga Palestina, lalu kemudian itu menjadi alasan untuk melakukan aksi demo meskipun di tengah pandemi Covid-19. Sungguh, itu tindakan keliru.

Silakan tunjukkan rasa kemanusiaanmu serta kepedulianmu, tidak ada yang melarang. Tapi jangan dengan cara yang justru menimbulkan kegaduhan dan kekacauan di negeri sendiri.

Sumber : Status Facebook Seruanhulu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed