by

Salib di Kota Makkah

Kekhalifahan Banu Umayyah melemah, anak laki-laki Yazid yang bernama Mu’awiyah bin Yazid bin Mu’awiyah meninggal dunia setelah 40 hari berkuasa. Kekuasaan mereka hanya tersisa di Mesir dan Syam yang dipimpin oleh Marwan bin Hakam. Marwan menolak mengakui kekuasaan Abbdullah bin Zubair yang berpusat di Makkah. Tak lama, Marwan menyerahkan kekuasaan kepada anaknya, Abdul Malik bin Marwan. Laki-laki yang dulunya dikenal sebagai salah satu orang alim di Madinah ini segera memberangkatkan 40 ribu pasukan yang dipimpin oleh al-Hajjaj bin Yusuf menuju Makkah untuk menghabisi kekuasaan Abdullah bin Zubair.
.
Kota Makkah dikepung, ditembaki dengan batu dan api. Abbdullah bin Zubair berhasil dibunuh, kepalanya dipenggal dan tubuhnya disalib di kota itu. Soal pemenggalan kepala ini, Imam Suyuthi meriwayatkan dari az-Zuhri dalam al-Mushannaf, “sama sekali tidak ada kepala yang dibawa di hadapan Nabi di Madinah, bahkan pada saat perang Badar. Orang pertama yang dibawa kepalanya di Madinah adalah Abdullah bin Zubair.” Semoga Allah menerima amal baiknya dan mengampuni segala dosanya, al-Fatiha.
.
Sampai di sini kalian mengerti kan, bahwa bentuk tegak dan melintang tak selalu identik dengan simbol atau proses penyebaran keyakinan/agama lain. Selain berfungsi untuk mengekspresikan kebrutalan kekuasaan, bentuk tegak melintang kadang hanya berfungsi sebagai tiang listrik, warangka keris, bahkan kadang hanya berfungsi sebagai jemuran celana. Tak usah baperan dech, Tadz!

Sumber : Status Facebook Makinuddin Samin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed