Salah Pilih Gubernur

Jokowi Ahok dan pemerintah pusat sudah membuat proyek sodetan Ciliwung di Jatinegara, tapi tak ada eksekusi lanjutannya, membuat saluran mandeg. Anies takut menggusur 600 keluarga di sana karena merugikan secara politik. Tapi dia mengorbankan warga ibukota secara keseluruhan.
Para politisi terus membelanya. Menimpakan kepada pemerintah pusat dan daerah penyangga. Anggaran penanggulangan banjir Rp 4 triliun tak jelas peruntukannya. cuma buat beli speaker Toa sama perahu karet.
Pengungsian para korban banjir jadi obyekan oknum. Makin banyak pengungsi, makan pesta oknumnya. Bukan rahasia lagi. Karenanya banjir di ibukota dilestarikan.
Anies Baswedan mengatakan salah satu penyebab banjir di sejumlah wilayah Ibu Kota adalah hujan dengan intensitas ekstrem yang terjadi pada Jumat malam-Sabtu pagi, 19-20 Februari 2021.
Dia itu apa? Pak RT ? Hansip? Mosok gubernur ibukota nggak antisipatif?!
Sebelumnya dia menyebut banjir Jakarta disumbang kiriman air dari hulu.
Pokoknya alasannya ada aja.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta dan secara keseluruhan terdapat 169 titik banjir untuk Jabodetabek dan Banten.
Pernyataan Anies tersebut bertolak belakang dengan fakta yang ada di lapangan. Anies sebagai gubernur tidak bisa menyalahkan siapa-siapa kecuali dirinya sendiri.
Sekali lagi kepada siapa saja – jangan cuek sama politik. Jangan pilih gubernur karena iman, kerena tampang dan tongkrongannya. Karena latar belakang pendidikan dan kepandaiannya bermain kata kata. Atau keturunan. Catat rekam jejaknya.
Mahal sekali ongkos yang harus ditanggung rakyat akibat salah pilih pemimpin wilayah yang asbun ini. ***
Sumber : Status Facebook Supriyanto Martosuwito

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *