by

Salah “Analisis” Tempo pada Penelitian Oxford Tentang Buzzer Bayaran

Mungkin terpengaruh dgn pengakuan NK saat dipersekusi oleh salah satu ormas. Yg mengaku di bayar 3,2 jt oleh Jokowi App. Padahal Jokowi App adalah sebuah aplikasi, bukan organ. Aplikasi yg dulunya dibuat oleh relawan. Dan sebuah aplikasi tentu sj memiliki pemasukan sendiri secara online.

Menarik kesimpulan sendiri dr pengakuan tsb tanpa klarifikasi tentu berbahaya, apalagi didengungkan d Twitter. Bahkan sebagian teman-teman saya yg waras akhirnya terhasut dan percaya bahwa pemerintah punya buzzer yg di bayar.

Salah besar, pemerintah tak membayar buzzer. Para pegiat media sosial itulah yg menulis dgn sukarela sembari mencari sumber-sumber informasi yg kredibel. Di jaman digital ini tak sulit mencari informasi kredibel asal tau tempatnya. Apalagi biro Humas pemerintah rajin mendistribusikan informasi melalui situs2 resmi pemerintah.

#sayabukanbuzzer

Sumber : Status Facebook Jumrana Sukisman

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed