by

Saat Prabowo Dipilih Jokowi

Ke depan, mari kita perbaiki nalar kolektif. Kericuhan yang mengiringi demo mahasiswa tempo hari sungguh memalukan. KIta bersikap emosional sehingga kehilangan akal sehat. Sekali lagi, rubuhkan semua tahyul. Tak ada yang mutlak benar. Tidak demo mahasiswa, tidak KPK, tidak segala kentut yang kita puja selama ini sebagai kebenaran mutlak.

Berhentikah kita bersikap kritis?

Tidak. Awasi kerja Jokowi. Beliau harus memastikan bahwa KPK dengan revisi Undang-Undangnya justru akan membawa kebaikan bagi rakyat Indonesia, dan indeks persepsi korupsi naik secara drastikal selama 5 tahun ke depan.

Asah nalarmu dari waktu ke waktu. Gunakan itu untuk memandu hidupmu. Saya sendiri sedang mempraktikannya. Sejak 10 hari lalu saya buang semua obat. Otak saya cukup kok untuk mengalirkan terapi kesembuhan ke seluruh organ.

Tidak, saya tidak menggunakan meditasi. Tidak, saya tidak berdoa. Saya benahi pikiran. Saya susun struktur jagad raya dengan pemahaman baru. Dengan itu saya tidak perlu marah terhadap apa pun sebab memang tidak ada alasan untuk marah.

Saya tak perlu menjaga diri saya agar tidak marah. Itu sia-sia, suatu saat pasti jebol. Saya maknai ulang apa itu hidup dan bagaimana jagadraya berselenggara. Dengan meyakini itu sepenuh, saya tak mungkin marah, atau mangkel, atau iri, atau membenci.

Tapi maaf, saya tidak akan membagikan pikiran dan kajian tersebut kepada kalian. Saya bisa dirajam hidup-hidup oleh para agamawan.

Itu cukup. Gula darah saya drop ke 102, tensi 100/75, fungsi ginjal, hati, dan lain-lain normal. Kolesterol, tidak saya ukur. Ngapain? Akhir pekan depan saya akan menjalani general checkup untuk memastikan terapi pikiran yang saya rancang memang sangkil dan mangkus dalam memulihkan tubuh.

Tapi perut saya membuncit. Saya merasa nyaman sehingga banyak makan. Itu harus cepat saya atasi.

Saya tidak akan lagi menulis tiap hari. Mungkin sepekan sekali atau sebulan sekali. Suka-suka saya. Tidak ada jadwal.

Banyak hal lain perlu dikerjakan. Kalau pun ada kabar harus dibagi, bukan saya yang mewartakannya.

Apakah saya masih percaya Tuhan? Ya. Tapi Tuhan saya funky.

Sebab segala sesuatu sungguh amat baik adanya.

Sumber : Status Facebook Sahat Siagian

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed