by

Saat Ini Banser Pasang Badan Demi NKRI Lawan HTI

Kedua adalah kelompok politik yang tidak searah dengan dukungan politik NU pd Pilpres 2019. Meskipun NU mendeklarasikan diri sebagai ormas Islam yang berposisi netral, namun siapa yang tidak mengasosiasikan KH. Ma’ruf Amin sebagai simbol atau sosok tokoh NU. Kelompok ini sebenarnya hanya “pembonceng” saja. Mereka tidak peduli dgn HTI atau apapun. Isu yg mereka angkat adalah bahwa saya atau kami tidak mengenal HTI, yang kami tau ketika kalimat Tauhid dibakar, maka kami marah. Kemarahan ini sebenarnya mudah selesai. Cukup dengan pemahaman bahwa seorang Banser pun, jika Tauhidnya dihina tentu rela raganya terbakar. Tp, masalahnya disini adalah penanda pd apa yang Banser tidak sukai itu, kebetulan memggunakan kalimat Tauhid. Bahwa HTI mengakui tidak memiliki bendera, tetapi penanda itu yg selalu mereka bumikan dalam setiap aksi yg mereka lakukan, sebagai simbol bahwa kelompok mereka ada dan eksis… Harusnya, jika kita muslim dan bukan bagian dari pendukung atau simpatisan HTI atau tetap mengakui Pancasila sebagai dasar negara, maka apa yg dilakukan okeh saudara seiman kita, yakni Banser, bisa dimaklumi, atau dimaafkan jika kita tetap menganggapnya salah dan ceroboh. Tetapi, jika kita memaksa Banser atau NU, untuk meminta maaf, maka itu sama saja dgn mempermalukan saudara kita sesama muslim, untuk meminta maaf pd organisasi yg berlabel Islam,yakni HTI atau ISIS, tp sebenarnya sedang menggiring kita untuk saling memusuhi sesama Muslim dan merusak ketenteraman yg telah dibina selama ini. Jadi, kelompok kedua ini adalah pendukung Capres-Cawapres, yg pd prinsipnya sedang bermain api, pada potensi yg mereka tidak pikirkan akan bisa membakar bangunan NKRI ini….

Kembali ke pertanyaan awal. Murtad-kah Oknum Banser yang membakar bendera itu. Jika kita percaya, bahwa Allah SWT, lebih mengetahui niatan kita, maka serahkan itu kepada Allah SWT. Kita, bahkan bagi seorang kyai atau ulama, tidak seharusnya memvonis ke-iman-an saudara kita se-agama ketika mereka menurut kita keliru dalam menandai sesuatu. Prinsip kebenaran yang harus kita pegang bahwa mereka tentunya tidak memiliki niat seperti apa yg dituduhkan oleh kita, atau oleh mereka yang memang sengaja “menggoreng” ini menjadi isu politik. Jadi, mari selamatkan NU. Jangan biarkan NU berjuang sendiri……

Sumber : Status Facebook Parawansa Assoniwora

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed