Saat Alumni UI Minta Gaji Tinggi

Tawarkan win-win solution. Kalau dari skill nego saja kamu sudah bisa dinilai kamu memang berkualitas, ya mereka pasti mempertimbangkan kamu.

Terkadang, tidak harus tunggu bekerja dulu untuk pembuktian kamu memang berkualitas. Kadang di proses wawancara itulah kamu pun bisa menunjukkan kamu berkualitas. Kalau memang kamu aslinya memang berkualitas ya.

Tidak usah norak di medsos bawa-bawa nama kampus. Justru itu menunjukkan yang bagus itu kampusmu. Bukan kamunya.

Jadi tidak melulu kita bekerja demi uang semata. Karena yang paling bahaya ketika kamu lulus kuliah dan merasa sudah waktunya bekerja dan cari uang saja. Bukan untuk belajar.

Karena bagi saya, dalam konteks ini, orang yang merasa dirinya berbakat dan tahu atasannya mudah dijilat, seharusnya percaya diri untuk upgrade diri agar bisa menyalip atasannya kalau memang tidak sudi dipimpin orang yang tidak Profesional.

Karena tidak menutup kemungkinan juga orang yang kamu anggap penjilat memang adalah orang berkualitas. Tapi kamunya yang memang tidak berkualitas lalu memfitnah orang. Mental orang kalah ya memang seperti itu.

Jadi terkadang, kita juga perlu tahu diri. Kalau memang kita tahu kita berkualitas, jangan melakukan sesuatu yang sama seperti orang pada umumnya.

Misalnya seorang freshgraduate. Tahu diri tidak pantas dibayar 8 juta dengan kualitas yang kita miliki.

Harus pintar pilih perusahaan yang mampu bayar sesuai kualitas kita. Atau pintar nego. Atau berbisnis saja. Biar bisa tentukan income sendiri.

Kalau tidak bisa melakukan 3 hal ini. Ya sadar diri saja bahwa masih banyak hal yang perlu kamu pelajari untuk meningkatkan kemampuan diri.

Sumber : Status Facebook Aldira Maharani

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *