Rusaknya Jurnalisme

Yang paling parah, kantor berita resmi yang berbadan hukum kadang juga sulit untuk tidak melakukannya. Sebab mereka juga mempertaruhkan jualan iklan, kalau pembacanya tidak banyak, bagaimana mau jual space iklan.

Naskah berita yang cuma pendek dan sedikit pun kadang dibagi menjadi 2, 3, 4, 5 halaman. Biar banyak klik yang dilakukan orang. Belum lagi iklan-iklan yang terus menerus menghalangi pandangan. Beginilah kalau tujuan pemberitaan semata-mata hanya mengerjar uang dan kekayaan.

Sudah judulnya bombastis, halamannya dipenuhi iklan bergentayangan, isi beritanya pun kadang tidak terkonfirmasi. Dan korbannya adalah masyarakat pembaca. Ini adalah gambaran dunia jurnalistik yang sudah rusak parah.

Sumber : Status facebook Ahmad Sarwat Lc MA

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *