by

Rizieq Baper, Mengeluh

Oleh : Agung Wibawanto

Lama saya tidak meliput atau memantau kabar Rizieq dalam proses akhir persidangannya. Seperti sama diketahui ia dituntut 2 tahun plus 10 bulan penjara oleh JPU. Tiba gilirannya menyampaikan pledoi ataupun pembelaan dirinya atas tuntutan jaksa. Alih-alih ia masuk kepada substansi materi sidang yang didakwakan kepadanya, dia malah banyak curhat dan baper alias ngeluh (selain sempat menyindir Ahok dan Pangdam Jaya, Dudung Abdurachman). Selain itu, setelah usainya sidang, ia dan penasehat hukumnya ‘merengek’ kepada petugas yang mengawalnya kembali ke tahanan Bareskrim untuk diberi kesempatan sebentar membuat konten video mendukung Palestina (video ini sudah viral di medsos).

Di awal sidang, Rizieq yang sengaja mengenakan syal Palestina sempat ditegur hakim agar melepasnya, mengingat persidangan tidak ada konteks dengan gejolak di Gaza sekarang ini. Tidak mampu membantah, Rizieq menyerahkan syal kepada penasehat hukumnya. Berikut keluhan Rizieq saya kutip diantaranya saja. “Selama satu bulan pertama saya diisolasi total, sendirian dalam sel yang tiap hari digembok selama 24 jam. Tidak boleh dibesuk keluarga,” tambahnya.

Selain itu, ia mengaku, tim dokter pribadinya dari Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) juga tidak diizinkan menemuinya itu di dalam tahanan. “Tidak boleh ditengok oleh sesama tahanan walau sel bersebelahan. Bahkan, petugas pun dilarang menyapa saya oleh atasan mereka,” ungkap Rizieq. Rizieq melanjutkan, bahwa dirinya baru bisa keluar dari sel saat pelaksanaan salat jumat dan mendapatkan pengawalan dari petugas. Hal itu dinilai berlebihan, sebab dia bukan seorang terdakwa teroris. Keluhan ini berbanding terbalik ketika ia diberitakan melakukan uji disertasinya.

Saat itu ia begitu memuji bahkan mengucapkan terima kasih kepada aparat dan institusi kepolisian yang menahannya. Ia menyampaikan dalam keadaan baik dan mendapat perlakuan yang baik. Trik drama seperti ini memang sudah kerap ia gunakan hanya untuk mendapat simpati kepada pihak yang berkepentingan saat itu. Jadi ya sudah sangat dipahami publik. Berikut pula apa yang disampaikan Rizieq dalam konten videonya untuk dukung Palestina.

Hal itu disampaikan Habib Rizieq usai menjalani sidang kasus data swab di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu malam (19/5). “Saya bersama para penasihat hukum dengan ini menyampaikan keprihatinan kita, kemarahan kita semua atas kezaliman Israel di bumi Palestina,” ujar Habib Rizieq. Habib Rizieq pun mengajak kepada umat Islam agar terus semangat mendukung kemerdekaan Palestina.”Kita serukan pada seluruh umat Islam untuk punya kepedulian terhadap Palestina dan punya semangat untuk memerdekakan Masjidil Aqsa. Takbir, takbir, takbir, Palestina merdeka, Palestina merdeka,” ucapnya.

Tampak sejumlah pengacara Habib Rizieq berada di sampingnya. Menantu Habib Rizieq, Hanif Alatas, yang juga terdakwa kasus swab pun berada di situ.Sama juga dengan cerita keluhan yang disampaikan saat pledoi, dukungan Palestina dalam video pun sama sekali tidak membuahkan empati warganet kepadanya (karena tidak ada kaitannya). Bahkan ada yang berkomentar lucu, “Kenapa tidak mengucapkan Maaf Lahir Bathin sekalian, Bib? Ini kan masih suasana Syawalan?” Komen ini ditimpali oleh warga net lainnya, “Mungkin Bibib gak puasa selama di tahanan karena gak nyaman,” ditambah emot tertawa.

Warganet +62 memang paling bisa. Derita mu, Zieq. Padahal, masih banyak kasus lain yang udah siap menunggu mu… Biasalah, kasus lama sih. Kita ikuti drama lanjutannya…

Sumber : Status Facebool Agung Wibawanto

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed