by

Quote Jelang Pilpres

Ini hanya satu kutipan Gus Dur yang diedarkan sedemikian rupa dan dipakai para suporter melakukan glorifikasi kepada calon yang didukung. Sisanya, banyak. Dari sini sudah jelas kan, bahkan Gus Dur yang sudah wafat saja dipakai kampanye kesana-kemari.

Perkataan orang besar, kita tahu, sering dikutip untuk tujuan politis, yang secara kurang ajar dipisahkan dari konteksnya. Ada ucapan Sukarno yang tentang perjuangan yang oleh Pro-Jo dipakai menyindir kubu sebelah. Biasanya backgroundnya foto Bung Karno dan Pak Jokowi. “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan saudara sendiri.” Jadi, maksud pembuat meme politik ini, kubu sebelah dianggap lawan berat yang menghalangi cita-citanya.

Tak mau kalah, kubu Pro-Pak Prabowo mengutip quote Nelson Mandela, untuk menyindir kemampuan orasi Jokowi. “Jika seorang pemimpin membaca teks/konsep, berarti di kepala pemimpin tersebut sudah ada kepala orang lain.”

Ketika saya tanya sumber kutipan tersebut, pihak yang nge-share juga diam saja. Tidak bisa menjawab.

Apa yang bisa kita pelajari dari fenomena ini? Tidak perlu mempercayai setiap kutipan sampai benar-benar jelas sumbernya. Kalaupun valid redaksionalnya, kita juga tidak perlu gegabah menyebarkannya. Perlu mempertimbangkan maslahah dan mafsadatnya.

Lagi pula, di hari ini, siapapun bisa bikin semacam quote bertema politik dengan disandarkan pada tokoh besar, lalu dishare. Motifnya beragam, tapi dampak kebohongannya membuat orang jadi linglung. Tidak bisa membedakan mana yang riil, mana yang imajinasi.

Satu-satunya quote yang menghibur secara politik hanya meme dari kubu alternatif-imajinatif bernama Nurhadi dan Aldo, alias Dildo. Unik, lucu, menggelitik, dan menghibur.

Sumber : Status Facebook Rijal Mumazziq

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed