by

PRT Syar’i dan Ancaman Main Perempuan

Pertama, sejauh pengalaman saya bekerja dari lulus SMA sampai magang sambil kuliah, dan fulltime lepas wisuda, tak pernah sekalipun bos saya mesti tahu beratnya masa lalu atau problematika saya. Saya menjaga rahasia beban hidup saya, bos tak perlu tahu itu kecuali bila tak sengaja tahu. Cukuplah ketika bekerja, bos tahu kemampuan dan komitmen kita. Itu saja.

Si embak ujung-ujungnya minta izin pulang, pulang demi suaminya. Dia ditelepun, disms, dan entahlah apa saja kata dari suaminya, si embak menangis tersedu-sedu.

“Yang saya tahu, kamu dapat izin dari ibu, anak, dan suamimu, mbak… Apalagi suamimu konon baru saja kemarin berangkat bekerja di Cikarang. Apa gunanya diminta pulang ke kampung sama suami kalau suami saja gak ada di rumah?”

“Suami bilang malu kalau saya jadi pembantu, bu…. Najis katanya.”

Saya kaget betul mendengar si embak. Melihat dia berlinang air mata, duh, betapa dilematis hidup dia. Sudah lama suami diindikasi gagal jantung dan tak bekerja. Begitu dia mau bekerja, si suami berangkat kerja juga dan petentang petenteng memamerkan pekerjaan dia di Cikarang yang baru terhitung 3hari!!!

“Dia bakal main perempuan kalau saya ndak pulang, bu…. dia bakal sewa wedokan kalau saya jadi pembantu.”

Makjleb di hati saya… rasanya saya benci sekali dengan suami si embak, saya telepon suami dan menanyakan apa pendapatnya.

Selang beberapa hari si embak masih saja keliatan murung. Saya mengajaknya ke Mall sama anak-anak. Dia sudah agak riang karena masuk ke arena bermain. Makan di restoran yang menunya saja dia gak paham, tapi niat saya baik, saya pengen dia yakin bahwa bekerja dengan kami tidak akan membuatnya sedih atau jauh dari kehidupan sosial.

Si embak matanya berkilau bak berlian waktu melihat lampu-lampu besar di sepanjang jalan. Dan senang menemani anak-anak keliling di toko mainan. Janji saya dalam hati, bulan depan akan kami kirimkan beberapa mainan ke alamat rumahnya di kampung. Biar ia senang, biar anaknya juga merasa tetap diperhatikan.

Bersambung. ~

Sumber : Status Facebook Aizza Ken Susanti

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed