Presiden Penakluk Gorila Itu Genap 59 Tahun

Pemimpin yang baik (hidup) yang baik adalah pemimpin yang diinspirasi oleh cinta dan dipandu oleh ilmu pengetahuan. Kalau dia mencintai keluarganya maka dia sudah punya dasar untuk mencintai rakyatnya. Kalau keluarganya berantakan
artinya tdk ada rasa cinta, dan umumnya ekstrem, individualis. 

Periode pertama adalah periode ilmu pengetahuan, banyak ujian cobaan dapat dilaluinya, kini periode ke dua masih tetap diuji Allah dengan Covid. Pertanyaannya, ataukah mungkin akan mendapat takdir periode lanjutan? Hanya Allah yang tahu, kalau manusia hanya bisa mereka-reka, kira-kira begitu.

Ketiga, walaupun terlihat biasa2, tapi Pak Jokowi ini bisa “kekeuh” dalam mengambil keputusan. Seorang menterinya, kenalan baik Pray mengatakan, jangan dipikir ada yg bisa memengaruhinya soal keputusan. Daya tahan Pak Jokowi ini tangguh, hebat, seperti yg dikatakan Betrand Russel, kalau melawan Gorila, anda tidak berhenti ketika lelah, tapi berhenti ketika Gorila itu lelah.

Pada pilpres (maaf komen masa lalu), kita lihat kurang apanya Pak Jokowi diserang, psikologi politik dihancurkan,
ada upaya disintegrasi, diserang hoax, dibuat seakan tidak bermutu dan tidak pantas jadi presiden. Pokoknya diserang macam2 pembusukan. Jokowi dengan rendah hati dan kejujuran terus melangkah, dan pada saat tiba harinya, gorila2 itu takluk dan ada yg nurut apa katanya (maaf Gorila ini hanya kiasan). 

Gorila hanya penggambaran lawan, mahluk ini kuat dan hebat, sangat mengerikan kalau marah, siapapun bisa dicabik-cabik. Katanya, kalau manusia ingin menyamai kekuatan si Gorila maka dia harus memiliki tinggi dan besar badan 17 kali, baru bisa menyamai si Gorila.

Kesimpulannya, ciri-ciri pemimpin yang tidak muluk2 itu ada pada pak Jokowi. Memang diakui manusia tidak ada yg sempurna, agar dimaklumi kalau ada kurang2nya. Lihat sikon politik saat ini kalau ada Gorila atau yang mimpi merasa jadi Gorila mau macam-macam, niat jelek, mikir dahulu deh!. Siapapun saat ini mudah mati ?kalau kena Covid. So, better, gotong royong kit bantu sang penakluk mengatasi masalah Covid, menyelamatkan bangsa dan rakyat kita, supaya sama-sama dapat barokah Allah, Aamiin.

Pray selalu percaya bahwa takdir telah menetapkan Pak Jokowi menjadi Presiden Indonesia. Sebelum lupa, Pray ucapkan, “Happy Birthday Pak Jokowi, all the best, GBU dengan barokahNya, Aamiin”.

(Sumber: Facebook Prayitno Ramelan)

Pemimpin yang baik (hidup) yang baik adalah pemimpin yang diinspirasi oleh cinta dan dipandu oleh ilmu pengetahuan. Kalau dia mencintai keluarganya maka dia sudah punya dasar untuk mencintai rakyatnya. Kalau keluarganya berantakan
artinya tdk ada rasa cinta, dan umumnya ekstrem, individualis. 

Periode pertama adalah periode ilmu pengetahuan, banyak ujian cobaan dapat dilaluinya, kini periode ke dua masih tetap diuji Allah dengan Covid. Pertanyaannya, ataukah mungkin akan mendapat takdir periode lanjutan? Hanya Allah yang tahu, kalau manusia hanya bisa mereka-reka, kira-kira begitu.

Ketiga, walaupun terlihat biasa2, tapi Pak Jokowi ini bisa “kekeuh” dalam mengambil keputusan. Seorang menterinya, kenalan baik Pray mengatakan, jangan dipikir ada yg bisa memengaruhinya soal keputusan. Daya tahan Pak Jokowi ini tangguh, hebat, seperti yg dikatakan Betrand Russel, kalau melawan Gorila, anda tidak berhenti ketika lelah, tapi berhenti ketika Gorila itu lelah.

Pada pilpres (maaf komen masa lalu), kita lihat kurang apanya Pak Jokowi diserang, psikologi politik dihancurkan,
ada upaya disintegrasi, diserang hoax, dibuat seakan tidak bermutu dan tidak pantas jadi presiden. Pokoknya diserang macam2 pembusukan. Jokowi dengan rendah hati dan kejujuran terus melangkah, dan pada saat tiba harinya, gorila2 itu takluk dan ada yg nurut apa katanya (maaf Gorila ini hanya kiasan). 

Gorila hanya penggambaran lawan, mahluk ini kuat dan hebat, sangat mengerikan kalau marah, siapapun bisa dicabik-cabik. Katanya, kalau manusia ingin menyamai kekuatan si Gorila maka dia harus memiliki tinggi dan besar badan 17 kali, baru bisa menyamai si Gorila.

Kesimpulannya, ciri-ciri pemimpin yang tidak muluk2 itu ada pada pak Jokowi. Memang diakui manusia tidak ada yg sempurna, agar dimaklumi kalau ada kurang2nya. Lihat sikon politik saat ini kalau ada Gorila atau yang mimpi merasa jadi Gorila mau macam-macam, niat jelek, mikir dahulu deh!. Siapapun saat ini mudah mati ?kalau kena Covid. So, better, gotong royong kit bantu sang penakluk mengatasi masalah Covid, menyelamatkan bangsa dan rakyat kita, supaya sama-sama dapat barokah Allah, Aamiin.

Pray selalu percaya bahwa takdir telah menetapkan Pak Jokowi menjadi Presiden Indonesia. Sebelum lupa, Pray ucapkan, “Happy Birthday Pak Jokowi, all the best, GBU dengan barokahNya, Aamiin”.

(Sumber: Facebook Prayitno Ramelan)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *