Prabowo Bakal Kesulitan Jawab Tentang Pemerataan Elektrifikasi Dalam Debat Capres Putaran Kedua

ilustrasi

Oleh : Jaka Al Puribayani

Bagi orang Jawa atau mayoritas orang perkotaan, hidup tanpa listrik itu sudah bagaikan kiamat. Mengapa? Karena listrik sudah hampir sama dengan nafas kita. Setiap saat kita butuh listrik. Entah untuk menghidupkan teve, lampu, AC, kulkas, mesin cuci, charge HP bahkan motor saja sudah ada yang menggunakan listrik.

Tapi pernahkah kita bayangkan bahwa hingga Tahun 2014 masih banyak masyarakat yang jangankan listrik, lihat lampu saja mungkin belum pernah. Padahal di pedalaman ada banyak orang butuh setidaknya penerangan. Ya, terutama untuk keamanan rumah mereka terutama dari hewan buas. Pemerintah pada tahun 2018 lalu telah merealisasikan setidaknya penerangan kepada 172.996 rumah di 16 propinsi yang tentunya terletak di pelosok yang tingkat jangkauan maupun geografisnya jelas penuh tantangan.

Bantuan alat penerangan berupa Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LHTSE) disalurkan kepada rumah yang memang belum dialiri listrik. Setidaknya dapat dimanfaatkan bagi anak-anak mereka yang berusia sekolah.

Bantuan LHTSE tersebut merupakan wujud komitmen Presiden Joko Widodo kepada rakyat Indonesia terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Bagaimana anak-anak itu bisa pintar bila sepulang sekolah mereka membantu orang tua dikebun dan malam hari sudah tidak berminat belajar karena gelap.

Program LHTSE tersebut menjadi bagian penting atau bahan dalam debat capres kedua Minggu 17 Februari mendatang. Sementara dalam pencarian penulis, Tim BPN Prabowo Sandi tidak pernah membicarakan tentang distribusi elektrifikasi atau pemerataan sumber energy nasional. Tim mereka berdasarkan pelacakan menggunakan mesin pencarian google dengan fokus energy hanya membicarakan Biofuel, pengaturan BBM, penataan SDA Migas dan isu besar lain. Untuk Biofuel akan mengandalkan perluasan lahan guna memproduksi bioetanol. Perspektif energy lebih banyak berkutat pada makna sempit bahan bakar.

Oleh sebab itu, jika esok minggu Prabowo dibawa ke soal isu elektrifikasi bakal kedodoran menjawab. Apalagi metode debatnya berbeda dengan yang tahap I. Putaran kedua ini istilahnya ada “tarung bebas”. Capres bisa melintarkan pertanyaan sendiri tanpa harus membacakan pertanyaan panelis. Prabowo bakal kewalahan dengan metode ini dan para pendukungnya akan menyalahkan para panelis.

Thursday, February 14, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: