by

Posisi Indonesia dalam Geopolitik Saat Ini

Oleh : Eddy Trenggono

Diantara negara ASEAN ada negara yang cenderung pro Barat, yakni Singapora, Philipina, Thailand, Malaysia, Brunei

Ada negara yang nonblok netral, Indonesia

Ada negara yang cenderung pro blok China Russia, yakni Vietnam, Kamboja, Laos dan Birma.

Kepimpinan Indonesia di kelompok ASEAN sangat strategis, karena Indonesia adalah negara dengan GDP / ekonomi terbesar, penduduk terbesar, penduduk Muslim terbesar dan secara potensi kekayaan sumber daya alam melebihi negara ASEAN lainnya. Indonesia sudah masuk G20 group elit dunia pula.

Kebetulan secara Geografis posisi Indonesia paling strategis.

Dapat dikata Indonesia seolah “Kepala Geng yang rumahnya di depan mulut Gang, yang dilewatin semua orang “. Secara formal atau non formal Indonesia akan terus menjadi ” Kepala Genk ASEAN”.

Wajar jika Blok Barat dan Blok Timur, berupaya mencari simpati dan memperebutkan pengaruh di Indonesia.

Karena seolah ” Menguasai” Indonesia berarti mendapatkan pengaruh di ASEAN.

Bila Indonesia tidak bisa dirayu secara halus untuk masuk salah satu Blok ( terutama Blok Barat) , maka tidak tertutup kemungkinan akan diganggu terus stabilitas keamanannya.

Entah melalui jalan Terorisme, Perpecahan internal ,ekstrimisme , atau pemisahan daerah atau Separatisme .

Awalnya tentu dengan cara tidak langsung mempergunakan proxy proxy ( para pengkhianat didalam negeri).

Bila suatu kasus kekerasan pecah, maka biasanya dengan dalih pembelaan HAM, membela rakyat sipil, dan pemulihan perdamaian, pihak pihak negara Asing masuk.

Pihak Pemerintah diganggu dan dipancing untuk melakukan kekerasan, kemudian peristiwa nya didramatisir dan di blow up di media massa dunia.

Lalu PBB ikut campur. Lalu militer negara negara Barat intervensi langsung ikut campur.

Itulah sebab saya semula kesal tapi akhirnya baru memahami, mengapa Kebijakan dan sikap Pemerintah kita terhadap KKB nampak terlalu berhati hati. Karena itu merupakan salah satu pintu masuk, pihak asing melakukan campur tangan intervensi ke Indonesia.

Itulah yang terjadi di Syria, Libya, dan Irak. Di coba dilakukan di Venezuela tapi belum berhasil.

Semua berawal dari suatu peristiwa kecil yang sengaja memancing pihak keamanan melakukan tindak represif. Hingga jatuh korban.

Kejadian kejadian pancingan ini sudah beberapa kali terjadi di Indonesia. Dimana pihak keamanan diprovokasi menghadapi demo demo besar yang anarkis.

Alhamdulillah Kepolisian Indonesia sudah sangat terlatih dan tidak terpancing menggunakan senjata api. Walaupun mengakibatkan korban juga di pihak keamanan.

Dua tahun lagi Indonesia akan mengadakan Pilpres.

Pihak luar tentu sangat berkepentingan agar Presiden terpilih adalah sosok yang Pro mereka.

Saat ini sudah ada beberapa alasan Indonesia perlu diganggu ;

# Indonesia sudah berani “menentang” Barat degan menghentikan eksport raw material. Nikkel, kemudian disusul timah, tembaga, bauxit dll. Tindakan ini secara ekonomi merugikan negara negara Barat .

# Indonesia terlalu keukeuh Nonblok,tidak mau dipengaruhi untuk ‘ memusuhi ‘ Russia dan China.

# Secara potensi militer, Indonesia mengancam sobat sobat Barat, seperti Australia dan Singapora.

# Indonesia berpotensi besar menjadi negara dominan dalam era energi battery listrik. Membiarkan Indonesia terlalu kuat dan mandiri berbahaya bagi kepentingan mereka.

# Indonesia mulai “bandel ” melakukan transaksi dengan beberapa negara tanpa menggunakan US Dollar.

Jadi dengan fenomena fenomena diatas, kita harus bersiap siap untuk selalu menghadapi berbagai gangguan keamanan dan guncangan politik.

Apalagi menjelang tahun 2024 ini.

Sumber : Status Facebook Eddy Sinang Trenggono

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed