by

Politik Jilat Ludah Ala Imam Besar Gadungan

Wajar saja kalau saya punya kesimpulan begini :

(1). Habib Rizieq dalam kapasitasnya sebagai ulama ternyata untuk yg kesekian kalinya menggunakan politik jilat ludah mengingat dia anggap partai Demokrat pantas dimasukkan ke tong sampah tapi dia tidak protes Prabowo memasukkan partai Demokrat ke dalam koalisinya. Ulama yg berperilaku spt ini tidak pantas memberi fatwa untuk umat islam manapun karena dia tidak keberatan pendapatnya sering diabaikan oleh politikus2 yang didukungnya. Kalau masih mau disebut ulama, lebih pantas kalau dia disebut ulama pecundang karena dia menempatkan fatwa2nya dibawah kehendak dan kepentingan politikus yang dia dukung. Bahkan di hadapan partai Demokrat maupun para pemuja habib Rizieq termasuk yang di FPI pun dia sudah jatuh wibawanya karena tidak berani lagi mengajarkan kepada umat islam bahwa partai demokrat adalah partai yang pantas dimasukkan ke dalam tong sampah.

(2). Cara menarik kesimpulan seperti no (1) di atas jauh lebih waras dibanding perilaku Habib Rizieq yang berani memperalat agama islam untuk menghalalkan permainan politik jahat yang sering dia peragakan.

 

Sumber : facebook Eyang Judiarso

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed